Home Profil Abdul Halim, Fokus pada Tujuan

Abdul Halim, Fokus pada Tujuan

Share

Bekerja berpindah-pindah tempat adalah sebuah kesenangan sendiri. Banyak tempat yang dilihat, bisa keliling Nusantara, menikmati tempat-tempat yang indah dan bermacam-macam budaya. Mungkin itu yang disebut bekerja sambil berwisata.

Abdul Halim, ST, MT, Kepala Satuan Kerja PJN III Provinsi Sumatera Utara, tak memungkiri, bekerja sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Kementerian PUPR sangat menyenangkan.

Pria yang memiliki darah Sulawesi Selatan ini lahir di Jambi. Ini bermula dari ayahnya yang jebolan sekolah menengah kehakiman di Medan pada tahun 1950-an. Pada waktu itu, setelah tamat sekolah menengah kehakiman, ayahnya bisa langsung menjadi hakim dan ditugaskan di Jambi.

Halim melewati masa kecilnya di daerah Kota Jambi. Pendidikan SD, SMP, dan SMA pun semua ia lewati di Jambi. Anak keempat dari lima bersaudara ini setelah lulus SMA memilih melanjutkan studi ke Palembang, Sumatera Selatan. Ia memilih jurusan Teknik Sipil di Universitas Sriwijaya.

“Saya memilih Teknik Sipil karena ketika melihat orang-orang  PU dulu membangun jalan, dalam hati kok gagah juga ya. Dari situ saya pun tertarik dan ingin seperti mereka. Jadilah saya masuk Teknik Sipil,” kata Halim yang lahir pada 28 Desember 1968.

Abdul Halim bersama staf PPK 3.5 di jembatan gantung di Pulau Nias. | Dok. PPK 3.5 Sumut

Setelah tamat kuliah S-1 pada tahun 1993, Halim pun pada 2002-2005 melanjutkan S-2 di Sistem Teknik Jalan Raya di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Ia memulai karier di PUPR pada 1996-1998 melamar menjadi tenaga honorer di Kanwil PU Sumatera Selatan di Palembang. Baru pada 1998 mencoba ikut tes dan lolos. Penempatan pertama pada Maret 1998 di Kantor Wilayah PU Bengkulu Bidang Bina Teknik hingga tahun 2000.

Halim pun memulai petualangan sebagai insan PUPR. Setelah dari Bengkulu, ia lalu ditugaskan ke Jambi (2000-2002). Kemudian, pada 2002-2005 mendapatkan tugas belajar di Bandung.

Setelah menyelesaikan tugas belajar ia kembali ke Jambi dan diperbantukan di Dinas PU Provinsi Jambi sebagai Kepala Seksi Program Perencanaan selama lima tahun. “Waktu jadi kasi, saya merangkap menjadi PPTK,” ujarnya.

Terakhir tahun 2010-2012 kembali ke habitatnya ke BPJN. “Saya ditarik ke APBN ketika itu Provinsi Jambi masih di bawah BBPJN Sumbar dan langsung pegang Palmerah Ring Road Jambi sebagai PPK,” kata Halim

Setelah itu, pada 2012-2014 dipercaya menjadi PPK 04, Jambi-Batas Sumsel. Mulai 2014 bergeser ke Sumatera Utara. “Waktu itu (2015-2016) saya menjadi PPK 10 Sidempuan-Batas Sumatera Barat,” ujarnya.

Pada 2017, Halim mendapatkan promosi dan ditugaskan di Sumatera Barat menjadi Kepala Satker. Pada 2018 ia dipindah lagi menjadi Kasatker PJN I Bengkulu.

“Di Bengkulu saya selama dua tahun setengah. Baru kembali lagi ke BPJN Jambi di jabatan struktural sebagai Kasi Preservasi selama 2 tahun, sejak 2020 sampai pertengahan 2022. Saat itu pas pandemi. Kemudian pada Mei 2022 balik lagi ke Sumut menjadi Kasatker PJN 3 Provinsi Sumut sampai sekarang,” kata Halim.

Penghargaan

Selama di Satker PJN III Sumut, Halim memperoleh beberapa pengharagaan Pengelolaan Keuangan diberikan oleh KPPN Medan I kepada Satker PJN III Provinsi Sumatera Utara, pada 12 Oktober 2023 Satker Terbaik dalam Implementasi Pembayaran Digital Periode Tahun 2023.

Kemudian pada 15 Maret 2023, Peringkat Pertama Satker Pengelola UP Menggunakan Digital Payment-Marketplace Periode Semester II Tahun 2022.

Abdul Halim (kiri) menerima penghargaan. | Dok. Pribadi

Pada  22 Agustus 2023, Satker Kinerja Terbaik Ketiga Semester I Tahun 2023 Kategori Penggunaan UP  dengan Implementasi KKP. Terakhir, pada 22 Agustus 2023, Satker Kinerja Terbaik Ketiga Periode Semester I-2023 Katagori Penggunaaan UP Melalui Sistem Digital  Payment-Market Penggunaan.

Saat ini, Halim mengaku, di PJN III saat ini ia sedang mendapatkan tanggung jawab mengelola proyek IJD, baik yang single year maupun yang multi-years contract. Anggaran yang dikelola cukup besar, salah satunya di Pulau Nias.  Ada 6 paket yang harus tuntas akhir Desember 2023 ini.

Keluarga dan Hobi

Berbagai tantangan dalam pekerjaan, Halim hadapi dengan penuh semangat, karena ada keluarga yang begitu mendukung dirinya dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Dukungan, doa, dan kasih sayang dari keluarga telah memberinya energi berganda sehingga bagi Halim istrinya, yang telah diteguhkan menjadi Guru Besar pada 5 Desember 2023 di salah satu universitas swasta di Jambi, adalah penyemangat hidupnya. Demikian juga putri satu-satunya—yang telah menyelesaikan pendidikan dokter pada tahun 2020—adalah sumber inspirasi bagi diri Halim. Setiap kali situasi memungkinkan, ia menyempatkan diri untuk pulang ke Jambi.

Selain keluarga, ada hal lain yang membuat Halim bisa sukses melewati berbagai tantangan yang ada, yakni menyalurkan hobi sebagai musisi. Bermain musik, bagi Halim, adalah sebuah kesenangan yang bisa mengurangi stres.

Bonsai karya Abdul Halim. | Dok. Pribadi

“Saya sejak SMA sudah punya grup musik. Bahkan semasa kuliah, sebelum bekerja di PUPR, grup musik saya sering mengisi acara resepsi di Palembang. Uang jajan lumayan juga dari bermain musik saat itu,” ujarnya.

Hingga sekarang, di sela-sela pekerjaan, Halim sekali-sekali bersama teman-temannya di Medan bermain musik.  Tidak itu saja, selain bermain musik, Halim juga ikut gowes bersama teman-teman untuk menjaga kebugaran fisik. Serta, menekuni hobi lainnya, yakni tanaman bonsai.

Ditanya soal kunci keberhasilan, Halim mengaku, punya prinsip hidup yang selalu diterapkan dalam menjalankan pekerjaan yakni  “Kebersamaan, Kekompakan, dan Doa”.

Musik adalah salah satu hobi yang digeluti oleh Abdul Halim. | Dok. Pribadi

“Kita semua, mulai dari tingkat staf sampai pimpinan merupakan satu tim untuk merealisasikan amanah yang sudah tertuang di dalam DIPA. Maka kebersamaan dan  kekompakan harus diciptakan untuk mencapai tujuan. Tentu saja diiringi dengan doa,” ujar Halim.

Melalui majalah Balai Sumut, kepada adik-adik generasi muda, Halim menitipkan pesan untuk tidak langsung puas dengan pencapaian saat ini. “Teruslah membekali diri dengan berbagai ilmu pengetahuan. Apalagi saat ini adalah eranya teknologi. Kuasailah teknologi yang ada. Tetap upgrade diri. Begitu juga dengan soal disiplin.  Tingkatkan disiplin dan fokus pada tujuan,” pesan Halim.

Bagi Halim, pernyataan bekerja di Bina Marga adalah 24 jam itu benar. Artinya, dirinya harus siap turun ke lapangan kapan pun diperlukan. “Bagi orang lain yang melihat, mungkin melihat cara kerja PU ini, ekstrem, ya. Namun, kalau saya ikhlas, saya tulus bekerja, pekerjaan ini jadi menyenangkan kok,” katanya di akhir wawancara. (HRZ)

Oleh:

Share