Jakarta, Lintas – Tiga BUMN akan menggarap pembangunan Jalan Tol Bayung Lencir-Tempino Jambi Seksi 3. Jalan tol ini turut menyambungkan Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) dari Lampung hingga Aceh.
Ketiga BUMN yang dimaksud adalah PT Hutama Karya (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT Brantas Abipraya (Abipraya). Ketiganya bekerja sama dengan membentuk KSO HK-Wika-Brantas.
Penandatanganan kontrak pembangunan Jalan Tol Bayung Lencir-Tempino Jambi Seksi 3 dilaksanakan di Gedung Direktorat Jenderal Bina Marga, Jakarta, Rabu (17/5/2023).
Kegiatan ini ditandatangani secara langsung oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 Provinsi Jambi Agung Ginanjar yang didampingi oleh Kepala Balai Pembangunan Jalan Nasional Jambi Ibnu Kurniawan, dan Executive Vice President (EVP) Divisi Sipil Umum Hutama Karya Ari Asmoko.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Tjahjo Purnomo mengungkapkan, proyek jalan tol ini memiliki panjang 15,4 km. Jalan Tol Bayung Lencir-Tempino Jambi Seksi 3 merupakan langkah awal kelanjutan pembangunan JTTS Tahap II.
“Alhamdulillah, pelaksanaan tanda tangan kontrak senilai Rp 2,7 triliun merupakan tahapan awal dari pembangunan tahap II (JTTS). Selaku kontraktor dalam proyek ini, KSO HK-Wika-Brantas optimistis dapat menyelesaikan pembangunan selama 12 bulan dengan tepat mutu, waktu, dan biaya,” kata Tjahjo dalam siaran pers, Rabu (17/3/2023).
Tjahjo menambahkan, setelah tanda tangan kontrak akan segera disusul dengan peletakan batu pertama dalam waktu dekat. Sumber dukungan konstruksi proyek Jalan Tol Bayung Lencir-Tempino Seksi 3 ini diberikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Lingkup Pekerjaan
Pembagian porsi proyek ini adalah Hutama Karya sebesar 60 persen, 25 persen milik Wijaya Karya, dan 15 persen milik Brantas Abipraya.
Lingkup pekerjaan KSO HK-Wika-Brantas dalam proyek jalan tol ini meliputi galian dan timbunan; struktur (interchange, overpass, box culvert), pile slab, dan perkerasan jalan.
Lebih rinci, Jalan Tol Bayung Lencir-Tempino Seksi 3 juga akan ditunjang sejumlah fasilitas, seperti satu simpang susun. Jalan tol ini dirancang memiliki jumlah lajur 2×2 dengan maksimal kecepatan rencana 80 km/jam.
Sampai saat ini, status pengadaan lahan Jalan Tol Bayung-Lencir Seksi 3 sudah selesai 96 persen. Sisanya dalam proses pembayaran.
Secara keseluruhan, Jalan Tol Bayung-Lencir memiliki berbagai manfaat, misalnya memperlancar mobilisasi barang dan jasa sehingga mempercepat perputaran roda ekonomi daerah. Jalan tol ini juga membuka konektivitas antara Jambi, Palembang hingga Lampung. (BAS)



















