Home Berita 107 Tahun Beroperasi, Stasiun Manggarai Jadi Pusat Transit Terpadat di Indonesia

107 Tahun Beroperasi, Stasiun Manggarai Jadi Pusat Transit Terpadat di Indonesia

Share

JAKARTA, LINTAS – Memasuki usia ke-107 tahun, Stasiun Manggarai terus menunjukkan perannya sebagai simpul utama transportasi di Jakarta. Tak hanya menyandang status sebagai cagar budaya, stasiun yang dibuka sejak 1 Mei 1918 ini kini menjadi stasiun tersibuk di Indonesia, dengan ratusan ribu penumpang setiap harinya.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus, menjelaskan bahwa Stasiun Manggarai saat ini melayani 739 perjalanan kereta per hari, terdiri dari 704 perjalanan Commuter Line Jabodetabek dan 35 perjalanan kereta jarak jauh.

“Stasiun Manggarai merupakan pusat integrasi antarmoda yang sangat vital. Lokasinya strategis, melayani volume penumpang terbesar, dan terus dikembangkan menjadi stasiun sentral,” ujar Joni dalam keterangannya, Rabu (23/7/2025).

Naik 43 Persen Dibanding 2022

Berdasarkan data KAI Commuter, sepanjang tahun 2024, jumlah pengguna yang transit di Stasiun Manggarai mencapai 57,9 juta penumpang, atau naik 11 persen dibanding tahun sebelumnya (52,2 juta). Jumlah ini juga melonjak 43 persen dibanding tahun 2022, saat awal perubahan layanan di stasiun tersebut.

Pada hari kerja, stasiun ini mencatat rata-rata 15.142 penumpang Commuter Line Jabodetabek dan 1.143 penumpang Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta) yang naik dari Stasiun Manggarai. Sedangkan jumlah penumpang yang turun mencapai 13.630 (Jabodetabek) dan 1.229 (Basoetta).

Volume harian penumpang juga terus bertumbuh dari tahun ke tahun:

  • 2022: sekitar 14.000 penumpang/hari
  • 2023: naik menjadi 16.000 penumpang/hari
  • 2024: meningkat lagi menjadi 17.000 penumpang/hari

“Puncak kepadatan penumpang masih terjadi di jam-jam sibuk pagi pukul 06.00–09.00 WIB dan sore pukul 16.00–19.00 WIB,” kata Joni.

Simpul Integrasi Transportasi

Selain menjadi titik transit utama, Stasiun Manggarai juga menjadi penghubung antarmoda. Stasiun ini telah terintegrasi dengan TransJakarta dan dilengkapi dengan titik jemput angkutan daring serta transportasi lanjutan lainnya.

Transformasi besar terjadi sejak Mei 2022, saat KAI Commuter bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan merombak pola perjalanan Commuter Line Jabodetabek. Perubahan itu memindahkan sebagian besar titik transit utama ke Stasiun Manggarai.

“Pengguna Commuter Line kini punya lebih banyak pilihan rute, perjalanan lebih efisien, dan akses mudah ke moda transportasi lain,” tambah Joni.

Baca Juga: Kementerian PKP Siapkan Aturan Baru KUR Perumahan, Ini Rinciannya

Saat ini, Stasiun Manggarai memiliki dua lantai dan 12 jalur aktif. Pembangunan tahap lanjut terus dilakukan bersama DJKA agar stasiun ini bisa mengakomodasi mobilitas masyarakat yang semakin tinggi.

“Integrasi antara kereta api, bus, dan transportasi lain akan menciptakan ekosistem transportasi yang saling melengkapi—lebih cepat, terjangkau, dan ramah lingkungan,” ujar Joni. (CHI)

Oleh:

Share