SEMARANG, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat uji coba kedua sistem transaksi tol nontunai nirsentuh nirhenti atau Multi Lane Free Flow (MLFF). Jika pengujian dinyatakan berhasil, sistem tersebut akan dilanjutkan ke tahap semikomersial.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan uji coba pertama belum memberikan kesimpulan yang jelas mengenai keberhasilan penerapan MLFF.
Tahap Semikomersial
“MLFF itu lagi dipercepat untuk uji coba kedua. Uji coba pertama kan enggak konklusif. Gagal enggak, sukses juga enggak,” kata Dody di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (27/9/2026).
Menurut Dody, hasil uji coba kedua akan menjadi dasar untuk memasuki tahap semikomersial. Pada tahap ini, sistem akan diuji dalam kondisi yang lebih mendekati pengoperasian sebenarnya melalui pemasangan perangkat di sejumlah titik.
“Kalau uji coba kedua sukses, kita masuk ke setengah komersial. Setengah komersialnya baru kita tes benar-benar. Nanti kita akan meng-install beberapa titik,” ujarnya.
Pengujian tersebut sekaligus untuk memastikan teknologi yang digunakan mampu menjalankan konsep MLFF, yakni transaksi tol berlangsung tanpa kendaraan harus berhenti di gerbang tol.
Dody menegaskan Kementerian PU tetap menjalankan proses sesuai kontrak yang telah disepakati. Namun, ia meminta setiap tahapan dapat berlangsung lebih cepat.
“Saya cuma mengikuti kontrak. Saya mengikuti kontrak saja, enggak lebih, enggak kurang. Tugas saya mempercepat agar prosesnya itu lebih cepat,” ucapnya.
Sebelumnya, pada 12 Agustus 2026, Dody menyebut uji coba ulang MLFF direncanakan berlangsung di dua titik. Salah satunya berada di Bali, sedangkan lokasi lainnya masih dibahas bersama para pemangku kepentingan.
4 Juta Transaksi Per Hari
Pada Juni 2026, Kementerian PU menyebut transaksi di gerbang tol mencapai sekitar 4 juta transaksi per hari.
MLFF menggunakan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS). Transaksi dilakukan melalui aplikasi Cantas yang terintegrasi dengan data Electronic Registration and Identification (ERI) milik Korlantas Polri.
Dalam daftar proyek nasional Ditjen Pembiayaan Infrastruktur PU, Sistem Transaksi Non-Tunai Berbasis MLFF/GNSS tercatat sebagai proyek berskala nasional dengan nilai Rp 1,12 triliun.
Nilai tersebut merupakan nilai proyek yang tercantum dalam basis data pemerintah dan bukan angka pengeluaran yang telah direalisasikan pelaksana proyek.
Sementara itu, BPJT sebelumnya menyatakan penerapan MLFF dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan teknologi dan pengguna, regulasi, integrasi sistem, keamanan data, serta dukungan operasional. (CHI)












