JAKARTA, LINTAS – TransNusa membuka rute penerbangan internasional Melbourne–Bali untuk memperluas jaringan penerbangan di pasar Australia. Maskapai ini menawarkan tiket kelas Basic mulai AUD299 dan akan meningkatkan frekuensi penerbangan menjadi setiap mulai 15 November 2026.
Group Chief Executive Officer TransNusa, Datuk Bernard Francis, mengatakan pembukaan rute tersebut memperkuat konektivitas Australia dan Indonesia sekaligus menjadikan Bali sebagai titik transit bagi wisatawan yang ingin melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi di Indonesia dan Asia.
“Peluncuran rute Melbourne–Bali merupakan langkah penting dalam strategi ekspansi internasional TransNusa. Rute ini memperkuat posisi Bali sebagai salah satu gerbang utama yang menghubungkan Australia dengan Asia, sekaligus memberikan pilihan baru bagi wisatawan yang mengutamakan konektivitas, nilai, dan pengalaman perjalanan yang lebih premium,” ujar Bernard dikutip Kamis (22/10/2026).

Empat Penerbangan
Pada tahap awal, TransNusa mengoperasikan empat penerbangan per minggu, yakni setiap Senin, Rabu, Kamis, dan Jumat. Mulai 15 November 2026, frekuensinya akan ditingkatkan menjadi tujuh penerbangan terjadwal per minggu atau satu penerbangan setiap hari.
Penerbangan dari Bali menggunakan nomor 8B 18 dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pukul 20.45 dan tiba di Melbourne Airport pukul 05.40 keesokan harinya. Sementara itu, penerbangan dari Melbourne dengan nomor 8B 19 berangkat pukul 06.25 dan tiba di Bali pukul 09.40.
Baca Juga: Kementerian PU Libatkan Warga Padang Bersihkan Rumah Pascabanjir
Pembukaan rute Melbourne menyusul pertumbuhan TransNusa di pasar Australia, khususnya Perth. Maskapai tersebut mengklaim telah meraih 20 persen pangsa pasar di kota itu, seiring peningkatan frekuensi penerbangan dari tiga kali seminggu pada April 2025 menjadi 21 kali seminggu pada Juli 2026.
Menurut Bernard, pertumbuhan tersebut menjadi salah satu pertimbangan perusahaan untuk memperluas layanan ke kota lain di Australia. Melbourne dinilai memberikan peluang untuk menjangkau lebih banyak wisatawan yang bepergian ke Bali maupun penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan ke destinasi lain.
“Bali tetap menjadi destinasi liburan utama dunia, dan dengan menghubungkannya secara langsung dengan Melbourne, kami memberikan pilihan penerbangan premium yang sangat kompetitif bagi wisatawan dari Australia,” kata Bernard.


Perluas Konektivitas Beyond Bali
Selain melayani perjalanan langsung antara Melbourne dan Bali, TransNusa menawarkan konektivitas Beyond Bali. Melalui jaringan ini, penumpang dapat melanjutkan perjalanan dari Bali ke sejumlah destinasi domestik dan internasional.
Jaringan domestik tersebut mencakup 11 destinasi di kepulauan Indonesia, termasuk Wakatobi, Manado, Bima, Surabaya, dan Lombok. Untuk perjalanan internasional, TransNusa juga menawarkan koneksi menuju sejumlah pusat bisnis dan pariwisata di Asia, antara lain Guangzhou di China, Singapura, dan Phuket di Thailand.
Bernard mengatakan, pengembangan konektivitas melalui Bali ditujukan untuk memberikan lebih banyak pilihan perjalanan bagi wisatawan Australia, baik untuk berlibur di Indonesia maupun melanjutkan perjalanan ke negara lain.
“Tujuan kami adalah menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih menyeluruh. Dengan mengatur jadwal transit yang terintegrasi melalui Bali, kami memberikan fleksibilitas kepada wisatawan Australia untuk memperpanjang perjalanan mereka menuju destinasi-destinasi domestik maupun kota-kota utama di China dan Asia Tenggara dengan lebih mudah,” ujarnya.
Untuk memperkenalkan rute baru tersebut, TransNusa menawarkan tarif khusus kelas Basic mulai AUD299. Maskapai juga menyatakan bahwa tiket standar mencakup fasilitas bagasi serta air minum dan makanan ringan gratis.
Dengan penambahan rute Melbourne dan rencana peningkatan frekuensi penerbangan, TransNusa memperluas pilihan perjalanan antara Australia dan Indonesia sekaligus mengembangkan Bali sebagai titik penghubung menuju berbagai destinasi regional. (CHI)
Baca Juga: Jasa Marga Buka Peluang Buyback Saham, Ini Alasannya












