Home Berita Kementerian PU Libatkan Warga Padang Bersihkan Rumah Pascabanjir

Kementerian PU Libatkan Warga Padang Bersihkan Rumah Pascabanjir

Share

JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melibatkan warga terdampak banjir bandang di Kota Padang, Sumatera Barat, dalam pembersihan rumah dan lingkungan melalui program padat karya. Selain mempercepat pemulihan permukiman, program ini memberikan insentif kepada warga yang terlibat dalam penanganan pascabencana.

Banjir bandang yang terjadi pada 10 Oktober 2026 menyebabkan lumpur dan material banjir mengotori sejumlah kawasan permukiman serta fasilitas umum. Penanganan dilakukan melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU, termasuk pembersihan rumah warga, tempat ibadah, dan fasilitas publik.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, program padat karya menjadi salah satu cara untuk melibatkan masyarakat secara langsung dalam pemulihan lingkungan setelah bencana.

“Padat karya kita manfaatkan di Ditjen Prasarana Strategis, utamanya untuk membersihkan lingkungan perumahan masyarakat. Kami melibatkan masyarakat yang terdampak bencana untuk ikut membersihkan lumpur. Tidak hanya perumahan, tapi juga di masjid dan fasilitas umum lainnya kalau ada,” kata Dody dikutip Kamis (22/102/2026).

Menurut dia, skema serupa pernah diterapkan dalam penanganan bencana di Aceh dan Sumatera Utara. Melalui program tersebut, masyarakat tidak hanya berpartisipasi membersihkan lingkungan, tetapi juga memperoleh insentif atas pekerjaan yang dilakukan.

“Jadi sama seperti yang pernah kita kerjakan di Aceh dan Sumatera Utara. Masyarakat yang terdampak, kita libatkan dari awal, paling tidak untuk membersihkan perumahannya sendiri, tapi kita kasih insentif,” ujarnya.

Tempat Ibadah Kembali Digunakan

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Barat, Rifi Firdaus Lustika, menjelaskan bahwa tim teknis telah melakukan survei terhadap 33 titik fasilitas peribadatan dan kesehatan di tiga kecamatan terdampak, yakni Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo.

Baca Juga: KAI Daop 5 Resmikan Patung Maestro Musik Banyumas R. Soetedjo di Stasiun Purwokerto

Dari hasil survei tersebut, tujuh lokasi tempat ibadah diketahui terdampak banjir, terdiri atas dua masjid dan lima musala. Pembersihan di seluruh lokasi itu telah selesai dan fasilitasnya kembali digunakan masyarakat.

“Dari total 33 titik itu, Alhamdulillah yang terdampak hanya tujuh lokasi, yang terdiri dari dua masjid dan lima musala. Saat ini, pembersihan dua masjid dan lima musala yang tersebar tersebut sudah selesai 100 persen dan sudah digunakan kembali oleh masyarakat,” kata Rifi.

Selain fasilitas ibadah, Kementerian PU menangani pembersihan di dua kawasan permukiman, yaitu Lumin Park dan Kampung Tanjung. Warga setempat dilibatkan untuk membersihkan rumah masing-masing, sedangkan pembersihan jalan dan pengangkatan material berat dilakukan dengan bantuan alat berat.

Rifi mengatakan, pekerjaan pembersihan di kedua kawasan tersebut telah mendekati penyelesaian sehingga lingkungan permukiman dapat kembali digunakan dengan lebih nyaman.

Warga Dapat Insentif

Pelibatan warga dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak. Muhammad Taufik, warga Kampung Tanjung, menyampaikan apresiasi atas bantuan pemerintah dalam membersihkan rumah dan jalan yang tertutup lumpur. Menurut Taufik, program padat karya membantu warga karena mereka dapat ikut membersihkan lingkungan sekaligus memperoleh penghasilan selama masa pemulihan.

“Berkat bantuan dari pemerintah dan PU, kami sebagai warga sangat berterima kasih. Kami diikutsertakan dalam program padat karya untuk membersihkan rumah. Warga bisa libur kerja rutin, tetapi tetap mendapat uang gaji dari program tersebut. Jadi, sangat membantu untuk membersihkan jalan dan lumpur yang masuk ke rumah,” ujarnya.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka kesempatan bagi warga terdampak untuk memperoleh pendapatan selama proses pemulihan berlangsung.

Pembersihan di Pesisir Selatan Selesai

Penanganan pascabencana juga dilakukan Kementerian PU di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Dari 10 lokasi yang menjadi lingkup penanganan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, sembilan lokasi terdampak material lumpur, terutama di bagian pekarangan. Di beberapa lokasi, lumpur juga masuk ke dalam bangunan.

Kementerian PU menyatakan seluruh pekerjaan pembersihan di lokasi-lokasi tersebut telah selesai. Melalui penanganan di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan, Kementerian PU mendukung pemulihan permukiman serta fasilitas umum yang terdampak banjir. Pelaksanaan program padat karya juga memberi ruang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam membersihkan lingkungan sekaligus memperoleh manfaat ekonomi. (CHI)

Baca Juga: Jasa Marga Buka Peluang Buyback Saham, Ini Alasannya

Oleh:

Share