JAKARTA, LINTAS – Tarif Jalan Tol Bekasi–Cawang–Kampung Melayu (Becakayu) resmi mengalami penyesuaian. Kenaikan ini berlaku untuk seluruh golongan kendaraan dan ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri PU No. 685/KPTS/M/2025 yang terbit pada 22 Juli 2025.
PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM), selaku pengelola Tol Becakayu dan anak usaha PT Waskita Toll Road, menyampaikan bahwa penyesuaian tarif dilakukan dalam rangka menjaga kelayakan investasi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jalan tol.
Direktur Utama PT KKDM, Aris Mujiono, menjelaskan bahwa evaluasi tarif dilakukan setiap dua tahun sekali sebagaimana diatur dalam regulasi pemerintah. “Penyesuaian tarif ini juga mempertimbangkan pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang mencakup kondisi jalan, kecepatan tempuh rata-rata, ketersediaan fasilitas darurat, dan sistem transaksi,” jelas Aris.
Rincian Tarif Baru Tol Becakayu
Penyesuaian tarif berlaku berdasarkan zona dan golongan kendaraan. Berikut beberapa contoh tarif baru yang berlaku:
- Zona 1 (GT Jatiwaringin):
- Golongan I: Rp10.500 (tidak naik)
- Golongan II: Rp16.000
- Golongan III: Rp16.000
- Zona 3 (GT Bintara Jaya):
- Golongan I: Rp23.000 (naik dari Rp22.500)
- Golongan II & III: Rp33.500
- Zona 4 (GT Marga Jaya):
- Golongan I: Rp29.000 (naik dari Rp28.500)
- Golongan II: Rp43.500
- Golongan III: Rp43.500
Penyesuaian ini berlaku untuk seluruh ruas, termasuk ruas Bekasi Barat–Jaka Sampurna dan Jaka Sampurna–Marga Jaya yang sudah beroperasi penuh sejak pertengahan 2023.
Pelayanan Jalan Tol Tetap Jadi Prioritas
Aris memastikan bahwa seluruh layanan operasional tetap berjalan optimal. Pengelola tol telah memenuhi seluruh indikator SPM, termasuk peningkatan kualitas jalan, penambahan CCTV, kesiapsiagaan layanan darurat 24 jam, serta peningkatan sistem pembayaran elektronik.
Baca Juga: MRT Jakarta Umumkan Perubahan Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Tol Becakayu yang beroperasi sejak 2017 ini memang menjadi salah satu ruas penting yang mengurai kemacetan Jakarta-Bekasi. Dengan total panjang 16,78 km, tol ini dinilai mampu mempercepat mobilitas masyarakat dan logistik, dengan waktu tempuh hanya sekitar 20 menit. (GIT)

























