JAKARTA, LINTAS — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengukuhkan sembilan anggota Dewan Arsitek Indonesia (DAI) periode 2025–2030 dalam peringatan Hari Bakti Ke-80 PU di Bandung, Rabu (3/12/2025). Pengukuhan ini menandai langkah pemerintah memperkuat tata kelola dan kompetensi profesi arsitek.
Selain itu, DAI memegang peran strategis dalam uji kompetensi, sertifikasi, pengelolaan Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA), fasilitasi arsitek asing, serta pemberian rekomendasi kebijakan terkait standar jasa arsitek. Pemerintah menilai lembaga ini penting untuk menopang kualitas pembangunan nasional.
“Profesi arsitek memiliki kontribusi besar terhadap kualitas pembangunan infrastruktur di Indonesia. Dengan ini, saya kukuhkan 9 anggota DAI 2025–2030 pada 3 Desember 2025,” ujar Dody melalui keterangan tertulis.
Sementara itu, proses seleksi dilakukan oleh Panel Ahli Seleksi yang dibentuk Pengurus Nasional Ikatan Arsitek Indonesia (IAI). Seleksi berlangsung melalui tahapan administratif, esai reflektif, pakta integritas, psikotes, wawancara, hingga medical check up. Dari 30 kandidat yang memenuhi syarat, 12 direkomendasikan kepada pemerintah dan 9 ditetapkan sebagai anggota terpilih.





Adapun Direktur Jenderal Cipta Karya, Dewi Chomistriana, menyatakan bahwa anggota DAI yang baru memiliki kapasitas dan integritas untuk mendorong peningkatan standar layanan profesi arsitek. DAI diharapkan memperkuat sistem kompetensi dan menghadirkan kebijakan yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Berikut sembilan anggota DAI periode 2025–2030: (1) Ar. Ahmad Saladin, IAI; (2) Ar. Aswin Indraprastha, IAI; (3) Ar. Endy Subijono, IAI; (4) Ar. Sandhy P.H. Sihotang, IAI; (5) Ar. Robert Arnold Sitorus, IAI; (6) Ar. Rony Gunawan Sunaryo, IAI; (7) Ar. Ir. Dewi Larasati, S.T., M.T., Ph.D, GP, IAI; (8) Prof. Ar. Yandi Andri Yatmo, Dipl.Arch., M.Arch., Ph.D; (9) Ar. Pierre Albyn Pongai, IAI (HRZ)
