Home Berita Satker PJN 3 Sumut Terus Upayakan Pembukaan Akses Tarutung-Sibolga

Satker PJN 3 Sumut Terus Upayakan Pembukaan Akses Tarutung-Sibolga

Share

JAKARTA, LINTAS — Syamsul Rizal, Kepala Satker PJN Wilayah 3 Sumatera Utara, mengungkapkan bahwa akses Tarutung–Sibolga masih terputus sepanjang sekitar 17 kilometer akibat rangkaian longsor besar yang melanda ruas nasional tersebut.

Dari arah Tarutung, tim baru mampu menembus hingga Km 34–35, sementara dari sisi Sibolga baru mencapai Km 5. “Masih ada segmen menuju Batu Lobang yang sama sekali belum bisa dilintasi. Panjangnya sekitar 17 kilometer belum bisa dilewati,” ujar Syamsul kepada Lintas, Senin (8/12/2025).

PJN 3 Sumut membawahi enam PPK yang menangani total 699,07 kilometer jalan nasional dari perbatasan Aceh hingga Pulau Nias. Menurut Syamsul, kerusakan terparah terjadi di wilayah PPK 3.1 dan PPK 3.2. Di PPK 3.1, terdapat 32 titik longsor tebing dan badan jalan. Sementara itu, PPK 3.2 mencatat 131 titik longsor besar dan kecil.

Di ruas Batang Toru–Singkuang (PPK 3.3), tercatat 23 titik kerusakan, termasuk tiga titik putus badan jalan. Adapun jalur Singkuang–Natal–Simpang Gambir hingga batas Sumatera Barat (PPK 3.4) mengalami gangguan lebih ringan, berupa banjir sesaat, longsoran kecil, dan material kiriman dari hulu sungai.

Penanganan darurat

Sejak laporan pertama diterima, seluruh personel, alat berat, dan penyedia jasa langsung diterjunkan ke lokasi. Penanganan darurat dilakukan dengan sandbag, geobag, pancang kayu, dan material seadanya untuk memastikan lalu lintas tetap bisa bergerak di titik-titik yang memungkinkan. Empat oprit jembatan yang terdampak telah ditimbun dan diperkuat sementara.

“Kami memastikan dulu agar arus lalu lintas bisa lancar. Longsoran-longsoran kami bersihkan dengan segala daya upaya yang kami miliki,” kata Syamsul.

Upaya pemulihan, menurut Syamsul, dilakukan secara estafet. “Masih banyak lokasi yang belum terjangkau untuk kita bersihkan karena kita melakukan pembersihan juga secara secara estafet. Kami bersihkan titik-titik pertama lalu menuju ke titik kedua, titik ketiga. Misalnya ruas Tarutung-Sibolga, pembersihan kami lakukan dari arah Tarutung juga dari arah Sibolga. Cuman karena memang tingkat kerusakannya terus titik longsorannya sangat banyak, tentu ini membutuhkan waktu yang lama,” kata Syamsul.

Sinergi antarinstansi

PJN 3 Sumut juga bekerja sama dengan BBWS Wilayah II, Dinas PU Provinsi Sumut, Pemkab Tapanuli Utara, serta TNI Kodam Bukit Barisan melalui Den Zipur dan Den Zibang yang menyiapkan jembatan bailey. Material sheet pile sudah dikirim dari Jakarta, tetapi pemasangannya terkendala akses yang masih tertutup longsor.

Syamsul juga mengatakan bahwa pihaknya dan beberapa perusahaan BUMN mulai menggunakan tenaga kerja lokal untuk membantu kelancaran lalu lintas. “Ada yang kami gunakan sebagai flagman. Sebagian bantu-bantu pada pada lokasi pembersihan. Jadi, ada juga kita sudah mulai menggunakan tenaga manusia juga,” katanya.

Sejumlah alat berat terus bekerja di semua PPK. Pasokan BBM datang melalui PPK terkait maupun BUMN mitra yang mengerahkan peralatan sendiri. Meski sempat tersendat, ketersediaan BBM dinilai masih aman untuk 2–3 hari ke depan dan masuk bertahap.

“Saat ini, PPK di satker PJN Wilayah 3 yang terdampak mengerahkan sebanyakk 71 alat berat dari berbagai jenis,” ujar Syamsul.

Syamsul mengakui bahwa dampak bencana sangat besar. “Beberapa lokasi masih belum bisa ditembus karena jalan putus total. Bantuan banyak didistribusikan menggunakan helikopter,” ujarnya.

Cuaca yang belum stabil menjadi tantangan utama. Hujan deras masih turun di beberapa titik, memicu kenaikan muka air sungai dan risiko longsor susulan. Kondisi ini turut memperlambat upaya pemulihan konektivitas di sejumlah ruas krusial di Sumatera Utara. (HRZ/ROY)

Baca Juga: Jalan Nasional di Kabupaten Langkat Kembali Normal Pasca Banjir

Oleh:

Share

Foto Pilihan Lainnya