Home Berita ”Rest Area” di Jalan Tol Harus Beri Manfaat Ekonomi dan Keberlanjutan Lingkungan

”Rest Area” di Jalan Tol Harus Beri Manfaat Ekonomi dan Keberlanjutan Lingkungan

Share

SEMARANG, LINTAS – Keberadaan tempat istirahat dan pelayanan (TIP) atau rest area di jalan tol perlu dipastikan memberikan manfaat ekonomi bagi warga lokal. Selain itu, untuk keberlanjutan lingkungan, praktik daur ulang di rest area juga harus bisa diterapkan.

”Kehadiran rest area didorong untuk dapat memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi perekonomian masyarakat lokal, melalui penyediaan kios-kios bagi UMKM untuk mempromosikan produk dan kuliner lokal,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, lewat siaran pers yang diterima Lintas, Rabu (18/10/2023).

Menurut Basuki, mesti ada peningkatan kualitas layanan jalan tol secara berkelanjutan karena kebutuhan dan ekspektasi publik yang semakin tinggi.

Guna memastikan harapan itu, salah satu upaya yang dilakukan dalam membentuk Jalan Tol yang Berkarakter pada tahun 2024 di seluruh Indonesia, Kementerian PUPR terus melakukan penilaian dan evaluasi terhadap kualitas layanan jalan tol dan rest area pada tahun 2023.

Pemandangan di Pemandangan Rest Area 379 A di Jalan Tol Semarang-Batang. Selain tempat parkir, rest area ini juga dilengkapi dengan taman bermain anak. | Dok. KemenPUPR

Daur Ulang

Sementara itu, anggota tim ahli/pakar Penilaian Jalan Tol Berkelanjutan (JTB), Sudirman, mengatakan, selain pemenuhan standar mutu penilaian (SPM) yang seharusnya dipertahankan, pada 2023 penilaian juga menekankan pada dukungan keberlanjutan lingkungan dalam pengelolaan layanan jalan tol.

“Harus ada upaya daur ulang (recycle) dalam penggunaan air, energi, dan sampah dalam pengelolaan layanan jalan tol sehingga ramah lingkungan,” kata Sudirman dalam kunjungan penilaian jalan tol di ruas Semarang-Pemalang-Batang, Selasa (17/10/2023).

Limbah cair, kata Sudirman, penting untuk didaur ulang sebagai bentuk penghematan air agar tidak terbuang sia-sia. ”Sebagai contoh, air dari toilet dan sisa wudhu di masjid bisa diolah atau dipakai ulang untuk menyiram tanaman di sekitar rest area/TIP jalan tol,” katanya.

Selain daur ulang penggunaan air, pengelolaan jalan tol diharapkan dapat memanfaatkan teknologi-teknologi yang hemat energi. “Sebagai contoh untuk sumber listrik dapat dikombinasikan dengan menggunakan panel surya (solar cell) dan pencahayaan LED yang lebih hemat energi,” ujarnya.

Direktur Utama (Dirut) PT Jasamarga Semarang-Batang Nasrullah mengatakan, konsep TIP di ruas Semarang-Batang ke depan akan berorientasi TIP ramah keluarga (family rest area) dengan dilengkapi sejumlah fasilitas anak seperti taman bermain dan juga fasiltas untuk difabel.

“Untuk aspek lingkungan, seperti di Rest Area 379 A kita sudah ada fasilitas taman daur ulang, tempat sampah pilah botol, tempat pemrosan sementara, pengelolaan limbah daun kering untuk kompos, dan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Kami juga ada program penanaman pohon dari setiap tenan (penyewa),” kata Nasrullah. (*/HRZ)

Baca Juga: Jalan Tol Surabaya-Probolinggo-Malang Penuhi Layanan Ramah Jender

Oleh:

Share

ARTIKEL TERKAIT