Home Berita Rekayasa Lalu Lintas Proyek MRT Fase 2A Berlaku hingga November 2026, Ini Rinciannya

Rekayasa Lalu Lintas Proyek MRT Fase 2A Berlaku hingga November 2026, Ini Rinciannya

Share

JAKARTA, LINTAS — Pembangunan Stasiun MRT Thamrin dan Stasiun MRT Monas sebagai bagian dari proyek MRT Jakarta Fase 2A Paket Kontrak 201 (CP 201) masih terus berlangsung.

Untuk mendukung kelancaran pekerjaan konstruksi tersebut, PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama Shimizu–Adhi Karya Joint Venture (SAJV) selaku kontraktor pelaksana akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara bertahap mulai Januari hingga November 2026.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo, mengatakan rekayasa lalu lintas ini diperlukan untuk menunjang sejumlah pekerjaan konstruksi di sekitar Stasiun MRT Thamrin dan Monas, seperti pembangunan pintu masuk stasiun (entrance), menara ventilasi (ventilation tower), serta pengembalian kondisi jalan dan trotoar (reinstatement).

“Rekayasa lalu lintas dilakukan agar pekerjaan konstruksi dapat berjalan optimal, sekaligus tetap menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan,” ujar Rendy dikutip Jumat (30/1/2026).

Tahap 2D Stasiun MRT Thamrin

Periode 16 Januari–8 Februari 2026
Rekayasa lalu lintas tahap ini dilakukan untuk mengakomodasi pekerjaan di area Entrance 5 di persimpangan Jalan MH Thamrin–Jalan Kebon Sirih (depan Wisma Mandiri), serta okupansi area kerja Entrance 3 di depan Bank Indonesia.

Pada 16–25 Januari 2026, arus lalu lintas di sisi timur Jalan MH Thamrin (arah Blok M) setelah persimpangan Kebon Sirih akan bergeser ke arah median jalan dengan konfigurasi tiga lajur kendaraan reguler dan satu lajur campur bersama Bus Transjakarta.

Sementara itu, pada 26 Januari–8 Februari 2026, arus lalu lintas di sisi barat Jalan MH Thamrin (arah Kota) akan bergeser ke sisi timur atau median jalan, dengan konfigurasi lajur yang sama.

Rekayasa Lalu Lintas Utara MRT

Periode 17 Januari–31 Mei 2026
Rekayasa ini dilakukan untuk pekerjaan pengembalian kondisi dan peningkatan trotoar. Pagar konstruksi yang semula berada di median jalan akan dipindahkan ke area trotoar sisi timur dan barat Jalan MH Thamrin.

Arus lalu lintas di sisi timur (arah Blok M), dari depan Gedung Sarinah hingga Gedung Sinarmas, serta sisi barat (arah Kota), dari Gedung Lippo Thamrin hingga Gedung Bawaslu, akan bergeser ke median jalan dengan konfigurasi tiga lajur kendaraan dan satu lajur Bus TransJakarta.

Pengembalian Pedestrian Tahap 1
Segmen Wahid Hasyim–Stasiun Thamrin, 1 Mei–31 Agustus 2026. Pekerjaan pengembalian trotoar dilakukan di sisi timur Jalan MH Thamrin dari Menara Cakrawala hingga kawasan Thamrin 10, serta di sisi barat dari Gedung Jaya hingga Gedung Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Rekayasa lalu lintas pada tahap ini mengikuti pola pergeseran ke median jalan dengan konfigurasi tiga lajur kendaraan reguler dan satu lajur campur bersama Bus TransJakarta.

Rekayasa Lalu Lintas Tahap 3A

Periode 1 Februari–31 Maret 2026
Pada tahap ini, persiapan pembangunan Entrance 10 dan Fire Access dilakukan di median Jalan MH Thamrin, mulai dari persimpangan Kebon Sirih hingga Bundaran Air Mancur Thamrin (Patung Kuda), serta pengembalian pedestrian di sisi timur jalan.

Arus lalu lintas baik di sisi timur maupun barat Jalan MH Thamrin akan mengalami pergeseran dengan tetap mempertahankan konfigurasi tiga lajur kendaraan reguler dan satu lajur campur.

Rekayasa Lalu Lintas Tahap 3B

Periode 1 April–30 November 2026
Pada tahap lanjutan ini, pekerjaan konstruksi masih difokuskan di area median Jalan MH Thamrin. Arus lalu lintas di sisi timur (arah Blok M) tidak mengalami perubahan, sedangkan sisi barat (arah Kota) tetap bergeser ke arah barat dengan konfigurasi lajur yang sama.

Rekayasa Lalu Lintas Entrance 6 Jalan Budi Kemuliaan

Periode 1 Februari–30 November 2026
Rekayasa juga dilakukan di simpang Bundaran Air Mancur Thamrin–Jalan Budi Kemuliaan untuk pekerjaan konstruksi Entrance 6 Stasiun MRT Thamrin di samping Gedung Indosat.

Pada pukul 04.00–22.00 WIB, tersedia dua lajur kendaraan dari Jalan MH Thamrin menuju Jalan Budi Kemuliaan dan dua lajur menuju Jalan Medan Merdeka Barat. Area konstruksi yang berada di badan jalan akan ditutup dengan dek baja agar tetap dapat dilalui kendaraan.

Sementara pada malam hari, pukul 22.00–04.00 WIB, jumlah lajur dikurangi menjadi satu lajur untuk masing-masing arah dan disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan konstruksi.

Rendy menegaskan, selama proses konstruksi berlangsung, PT MRT Jakarta bersama kontraktor pelaksana memastikan penerapan rambu lalu lintas, marka jalan, serta penerangan jalan umum demi menjaga keselamatan pengguna jalan.

“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat dan memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul. Kami mengimbau pengguna jalan untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” tuturnya. (CHI)

Baca Juga: ASDP Siapkan Strategi Mudik Lebaran 2026 di Lintasan Jawa–Sumatera–Bali

Oleh:

Share