JAKARTA, LINTAS — Menyambut Angkutan Lebaran 2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyusun strategi untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, tertib, dan lancar, khususnya di lintasan strategis Sumatera–Jawa–Bali yang menjadi urat nadi pergerakan nasional saat arus mudik dan balik.
Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, menegaskan bahwa penguatan layanan dilakukan dari berbagai sisi, mulai dari kesiapan armada, optimalisasi fasilitas pelabuhan, hingga penguatan koordinasi dengan regulator serta seluruh pemangku kepentingan terkait.
“ASDP memastikan seluruh aspek operasional siap mendukung kelancaran Angkutan Lebaran 2026, khususnya di lintasan utama yang memiliki tingkat pergerakan tertinggi,” ujar Yossianis dikutip Jumat (30/1/2026).


Lintasan Merak-Bakauheni
Di lintasan Merak–Bakauheni, ASDP menyiagakan 75 kapal yang akan beroperasi sesuai dengan pengaturan jadwal dari regulator. Penguatan layanan dilakukan melalui penambahan Dermaga Ekspres di Pelabuhan Merak menjadi dua dermaga, peningkatan kapasitas dermaga di Pelabuhan Ciwandan, serta penyiapan pelabuhan contingency seperti Krakatau Bandar Samudera (KBS) Cilegon dan Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung.
“Langkah antisipatif ini disiapkan untuk menjaga kelancaran operasional saat terjadi lonjakan kendaraan dan penumpang pada puncak arus mudik dan balik Lebaran,” ujar Yossianis.
Sementara itu, di lintasan Ketapang–Gilimanuk, ASDP menyiagakan 56 kapal. Kapasitas layanan juga diperkuat dengan penambahan kapal berkapasitas besar (Gross Register Tonnage/GRT besar) dari lima unit menjadi tujuh unit.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Kemenhub Siapkan Penyesuaian Layanan Transportasi, Utamakan Keselamatan
Strategi ini, sambung Yossianis diharapkan mampu meningkatkan daya angkut sekaligus mempercepat rotasi kapal, sehingga waktu tunggu penumpang dapat ditekan selama periode tersibuk.
Tiket Dapat Dibeli H-60
Dari sisi manajemen arus, ASDP mengoptimalkan pola operasional Tiba–Bongkar–Berangkat pada kondisi kepadatan tinggi. Seluruh pergerakan dipantau secara real time melalui Port Operational Control Center untuk memastikan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.
Menurut Yossianis, evaluasi dan penguatan fungsi buffer zone juga menjadi perhatian penting. Ia menjelaskan, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, ASDP mempererat koordinasi dengan Kepolisian dan Badan Usaha Jalan Tol agar buffer zone dapat berfungsi optimal sebagai area penyangga dan pengendali kepadatan, baik saat kondisi pelabuhan normal maupun saat terjadi lonjakan signifikan.
Transformasi digital tetap menjadi tulang punggung pengelolaan arus penyeberangan. Sistem tiket daring Ferizy terus dioptimalkan di seluruh lintasan, termasuk peningkatan kenyamanan melalui fasilitas Ferizy Lounge.
“Tiket penyeberangan sudah dapat dipesan mulai H-60 sebelum keberangkatan. Masyarakat pun diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan datang ke pelabuhan sesuai jadwal yang tertera pada tiket,” tutur Yossianis.
Memantau Informasi Cuaca
Yossianis juga mengingatkan pengguna jasa untuk terus memantau informasi cuaca, mengingat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan Monsun Asia masih aktif menjelang periode Angkutan Lebaran, yang berpotensi memicu cuaca ekstrem dan dinamika perairan.
Untuk itu, ASDP memastikan fleksibilitas layanan melalui kebijakan refund dan reschedule apabila terjadi penyesuaian operasional demi menjaga keselamatan pelayaran.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar membeli tiket hanya melalui kanal resmi guna menghindari praktik percaloan dan potensi kerugian,” tuturnya.
Berbasis data historis dan proyeksi, ASDP memperkirakan pergerakan penumpang Angkutan Lebaran 2026 mencapai sekitar 5,8 juta orang atau meningkat 9,4 persen dibanding tahun sebelumnya.
Sementara itu, jumlah kendaraan diproyeksikan mencapai sekitar 1,4 juta unit atau naik 9,3 persen. Proyeksi ini menjadi dasar dalam penyusunan kapasitas dan pengaturan operasional secara menyeluruh. (CHI)
Baca Juga: Jelang Lebaran 2026, Tiga Kapal Penumpang di Tarakan Jalani Uji Kelaiklautan

























