Home Berita Rekayasa Lalu Lintas MRT Thamrin–Monas Dimulai, Simak Jalurnya

Rekayasa Lalu Lintas MRT Thamrin–Monas Dimulai, Simak Jalurnya

Share

JAKARTA, LINTAS – Pembangunan Stasiun MRT Thamrin dan Stasiun MRT Monas yang merupakan bagian dari pekerjaan konstruksi MRT Jakarta Fase 2A Paket Kontrak 201 (CP 201) Bundaran Hotel Indonesia–Harmoni terus berlangsung.

“Untuk mendukung pekerjaan konstruksi CP 201, PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama dengan Shimizu–Adhi Karya Joint Venture (SAJV) selaku kontraktor pelaksana akan melakukan rekayasa lalu lintas lanjutan selama masa konstruksi,” kata Plt. Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Ahmad Pratomo.

Sejumlah pekerjaan tengah dilakukan di sekitar area konstruksi, di antaranya pemasangan pagar proyek untuk okupansi area pintu masuk (entrance) dan menara ventilasi (ventilation tower) Stasiun MRT Thamrin sisi timur dan barat, pekerjaan pengembalian kondisi (reinstatement), serta pembangunan entrance Stasiun MRT Monas di Jalan Museum. Untuk menunjang pekerjaan tersebut, diterapkan manajemen rekayasa lalu lintas sebagai berikut:

Rekayasa Lalu Lintas Stasiun MRT Thamrin

Pekerjaan Entrance 1, 3, 4, 5, 6, 7, dan 8 Tahap 2C (1 September – 30 September 2025) dan Tahap 2D (1 Oktober 2025 – 31 Januari 2026)

Rekayasa lalu lintas tahap 2C dan 2D dilakukan untuk mendukung pekerjaan di sisi barat Stasiun MRT Thamrin, tepatnya di depan Gedung Kementerian Infrastruktur & Wilayah hingga Kementerian Agama.

“Rekayasa lalu lintas tahap 2C merupakan persiapan berupa pemasangan pagar proyek serta pekerjaan site clearing. Selanjutnya tahap 2D akan digunakan untuk pekerjaan konstruksi entrance sisi barat Stasiun MRT Thamrin,” jelas Ahmad.

A. Jalan M.H. Thamrin Sisi Barat (Arah Kota)

Arus lalu lintas dari depan Gedung Menara Thamrin hingga Gedung Bank Indonesia digeser ke arah median jalan, dengan konfigurasi 3 lajur kendaraan reguler dan 1 lajur campuran (mixed traffic) kendaraan reguler dan TransJakarta (3+1).

Arus lalu lintas dari depan Gedung Bank Indonesia hingga Bundaran Air Mancur Thamrin bergeser ke arah barat, dengan konfigurasi 3+1 lajur serupa.

B. Jalan M.H. Thamrin Sisi Timur (Arah Blok M)

Arus lalu lintas dari depan Gedung Kementerian ESDM hingga Gedung Bank Permata tetap dengan konfigurasi 3+1 lajur, hanya bergeser sedikit ke arah timur.

C. Jalan Budi Kemuliaan (Sisi Utara Bundaran Air Mancur, Samping Gedung Indosat)

Siang hari (04.00–22.00): Terdapat 2 lajur dari arah Jl. M.H. Thamrin menuju Jl. Budi Kemuliaan dan 2 lajur dari Jl. Budi Kemuliaan menuju Jl. Medan Merdeka Barat. Area konstruksi entrance-6 ditutup dengan dek baja (steel deck) agar tetap bisa dilintasi. Sementara lajur sisi barat Bundaran Air Mancur (Patung Kuda) tersedia 3 lajur sepanjang waktu.

Malam hari (22.00–04.00): Menjadi 1 lajur dari Jl. M.H. Thamrin ke Jl. Budi Kemuliaan dan 1 lajur dari Jl. Budi Kemuliaan ke Jl. Medan Merdeka Barat.

Rekayasa Lalu Lintas Jl. M.H. Thamrin di Utara Stasiun Bundaran HI

Pekerjaan Pengembalian Kondisi dan Peningkatan Trotoar (Agustus – 28 Desember 2025). Pagar konstruksi akan dipindahkan dari median tengah ke area trotoar sisi timur dan barat Jl. M.H. Thamrin.

A. Sisi Barat (Arah Kota)

Arus lalu lintas dari depan Gedung Lippo Thamrin hingga Gedung Bawaslu digeser ke median jalan, dengan konfigurasi 3+1 lajur.

B. Sisi Timur (Arah Blok M)

Arus lalu lintas dari depan Gedung Sarinah hingga Gedung Sinarmas juga digeser ke median jalan, dengan konfigurasi 3+1 lajur.

Pengalihan Lalu Lintas Jl. Museum untuk Pekerjaan Entrance-1 Stasiun MRT Monas (berlaku hingga 30 April 2026)

Pekerjaan pembangunan entrance-1 Stasiun MRT Monas di Jl. Museum masih berlanjut dengan kegiatan antara lain:

  • Pembongkaran gantry, pondasi, dan dinding penahan tanah sementara.
  • Pemasangan struktur baja dan dinding kaca pada entrance-1.
  • Pengembalian drainase dan jalur pejalan kaki Jl. Museum, pembongkaran pagar proyek, serta pekerjaan finishing.

Selama pekerjaan, pengalihan lalu lintas tetap berlaku. Kendaraan dari Jl. Abdul Muis menuju Jl. Medan Merdeka Barat dialihkan melalui Jl. Budi Kemuliaan.

Baca Juga: KAI Sediakan Area Bermain Anak di 35 Stasiun, Akan Bertambah Jadi 60 Lokasi

PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama SAJV memastikan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga selama proses konstruksi dengan memasang rambu lalu lintas, marka jalan, serta lampu penerangan jalan umum (PJU).

“Kami berterima kasih atas dukungan yang telah diberikan dan memohon maaf atas ketidaknyamanan selama pekerjaan berlangsung. Kami berharap masyarakat dapat mendukung pelaksanaan proyek ini serta memperhatikan rambu-rambu dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” tutur Ahmad Pratomo. (CHI)

Oleh:

Share