Menara Pisa di Italia sudah berdiri selama lebih dari 850 tahun dan terkenal dengan kemiringannya. Menara yang berada di kota Pisa ini dalam Bahasa Italia bernama Torre Pendente di Pisa. Dengan teknologi yang sudah cukup modern saat ini, di mana para insinyur sudah berhasil membangun gedung-gedung megah, seperti Burj Khalifa di Dubai, CN Tower di Toronto, dan St. Louis Arch di Missouri, seharusnya mudah saja memperbaiki Menara Pisa.
Namun, pada kenyataannya tidak semudah itu. Selama lebih dari 100 tahun berbagai cara telah dicoba untuk memperbaiki kemiringannya, tetapi baru pada abad ke-21 kemiringan Menara Pisa dapat diatasi.
Pembangunan Menara Pisa
Menara Pisa mulai dibangun pada 1173. Beberapa literatur menyebutkan, menara ini dirancang oleh Bonanno Pisano dan Gherardo di Gherardo. Akan tetapi, siapa arsitek yang sesungguhnya tidak diketahui hingga saat ini.
Pada awal pembangunan, menara ini berdiri tegak. Namun, setelah mencapai tiga lantai pada tahun 1178, menara ini mulai miring ke arah selatan. Pada saat yang sama, perang saudara mulai pecah di Pisa dan kota-kota sekitarnya sehingga pembangunan dihentikan.

Pembangunan dilanjutkan lagi 100 tahun kemudian pada 1275. Pada saat ini, para insinyur berusaha memperbaiki kemiringan Menara Pisa dengan cara membangun tembok lebih tinggi di sisi berlawanan. Namun, siasat ini justru mengakibatkan Menara Pisa semakin miring.
Setelah pembangunan terhenti beberapa kali akibat perang dan kurangnya dana, Menara Pisa akhirnya selesai dibangun pada 1399 dan terdiri dari delapan lantai serta terdapat tujuh lonceng di lantai paling atas. Di sisi yang ambles, Menara Pisa terukur setinggi 55,86 meter, sementara di sisi sebaliknya setinggi 56,67 meter. Diameter luar Menara Pisa adalah 15,484 meter dan keseluruhan berat Menara adalah 14.500 ton.
Alasan Kemiringan dan Upaya Perbaikan
Setiap insinyur pasti memahami pentingnya fondasi bagi sebuah struktur bangunan. Gedung-gedung yang tinggi pasti dibangun di atas fondasi yang besar dan kokoh. Namun, tidak demikian dengan Menara Pisa. Menara Pisa dibangun hanya dengan menggali parit dan menggunakan batu biasa. Padahal, kota Pisa terletak di pertemuan dua sungai sehingga tanahnya basah dan lunak. Hal inilah yang menyebabkan miringnya Menara Pisa.
Dengan kondisi ini, mengapa Menara Pisa masih tetap dapat berdiri dan dilanjutkan pembangunannya hingga selesai? Tampaknya terhentinya pembangunan selama satu abad akibat perang saudara menjadi berkah terselubung, karena saat pembangunan terhenti, tanah yang terbebani oleh menara setengah jadi itu menjadi padat dan stabil.
Dalam upaya untuk meluruskan Menara, tiga lantai berikutnya dibangun melengkung berlawanan arah dengan kemiringannya. Namun hal ini tidak menjadi solusi, justru menjadikan menara yang tadinya miring ke arah selatan menjadi miring ke arah sebaliknya. Pada titik ini tidak ada pilihan lagi selain melanjutkan pembangunan. Seiring dengan pembangunan, kemiringan Menara Pisa akhirnya kembali ke arah Selatan.

Pada abad ke-20, diktator Italia, Benito Mussolini, merasa malu akan keberadaan Menara Pisa ini. Menurut dia, kemiringan Menara Pisa melambangkan aib negara Italia. Upaya perbaikan pun kembali dilakukan. Kali ini para insinyur mengebor ratusan lubang di dasar Menara dan memompa nat dan semen ke dalamnya untuk memberi pemberat pada seluruh struktur dan meluruskannya. Namun, upaya ini justru menambah berat fondasi dan menjadikannya semakin miring.
Solusi Perbaikan
Seiring berjalannya waktu, Menara Pisa menjadi semakin miring, hingga pada 1990 kemiringannya terukur sebesar 5,5 derajat yang menjadikannya sangat berbahaya dan berpotensi besar untuk ambruk. Risiko ini menggerakkan pemerintah Italia untuk melakukan proyek restorasi besar-besaran.
Pada tahap ini, para insinyur sudah mempelajari bahwa berbagai upaya untuk memadatkan tanah yang lunak dan basah ini tidak berhasil. Hanya ada satu cara lagi yang dapat dicoba, yaitu penggalian. Jika mereka tidak bisa mengubah tanah di bawah menara menjadi terkonsolidasi, solusinya adalah mengeluarkan tanah itu.
Karena itu, pada 1995, para insinyur melakukan percobaan pada sebuah fondasi beton yang dibangun tidak jauh dari Menara Pisa. Mereka melakukan pengeboran miring untuk membuat lubang-lubang kecil di bawah fondasi dan secara bertahap mengambil sebagian tanah dari bawahnya. Ketika Sebagian tanah diambil, akan tercipta sebuah rongga. Gravitasi kemudian akan menimbun rongga ini secara perlahan dan bangunan di atasnya pun akan turun mengikutinya.

Dengan suksesnya percobaan tersebut, para insinyur siap untuk melakukannya pada menara yang sesungguhnya. Namun, sebelum melakukan pengeboran, para insinyur melakukan tindakan pengamanan terlebih dahulu. Untaian kabel dipasang antara menara dan rangka penahan, kabel ini dapat ditarik jika pergerakan menara menuju ke arah yang tidak diinginkan, menjaganya agar tidak ambruk. Pemberat timah juga disusun di sisi utara Menara untuk membantu turunnya menara ke arah yang tepat.
Baca Juga: Kenapa Menara Pisa Bisa Tahan Gempa?
Pada 1999, pengeboran dimulai dengan 12 lubang. Setelah mengebor selama lima bulan, kemiringan berkurang sebesar 90 detik busur dan beberapa bulan kemudian hingga 130 detik busur, sekitar empat per seratus derajat. Kemajuan ini memberikan kepercayaan diri kepada para insinyur dan upaya pun dilanjutkan.
Mulai 2000, 41 lubang tambahan dibor di bawah Menara Pisa. Dalam waktu satu tahun, sebanyak 38 meter kubik tanah telah dikeluarkan dari bawah menara, atau sekitar 70 ton. Pemberat timah pun mulai dilepas dan saluran drainase dibangun untuk mengendalikan fluktuasi air tanah yang dapat memperburuk kemiringan.
Jika diteruskan, metode ini dapat menjadikan Menara Pisa tegak kembali. Akan tetapi mereka tidak ingin kehilangan daya tarik Menara Pisa yang sudah mendunia, sehingga pada 2001 pengeboran dihentikan saat kemiringan sudah dalam batas aman, yaitu 3,9 derajat, dan tanah di bawah Menara Pisa sudah dinyatakan stabil.
Saat ini Menara Pisa sudah bisa dibuka kembali bagi turis yang ingin naik ke atasnya. Meskipun para insinyur terdahulu membuat kesalahan dalam pembangunannya, bahkan hampir merobohkan menara akibat upaya-upaya perbaikan yang kurang tepat, pada akhirnya masalah dapat diatasi oleh para insinyur masa kini. Kota Pisa dapat mendulang keuntungan dari 5 juta turis per tahun yang berkunjung untuk melihat Menara Pisa secara langsung. (LCA)


























