JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengintensifkan pembangunan sumur bor air baku guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pascabencana banjir bandang. Hingga 5 Januari 2026, progres pengeboran menunjukkan perkembangan signifikan di sejumlah titik lokasi.
Rata-rata kedalaman delapan unit pengeboran telah mencapai 70 hingga 105 meter. Kedalaman ini disesuaikan dengan kondisi geologi setempat yang membutuhkan target pengeboran relatif dalam, yakni antara 100 hingga 150 meter, untuk menjangkau lapisan akuifer yang berpotensi menyediakan air baku berkelanjutan.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjelaskan bahwa penyediaan air bersih menjadi salah satu prioritas utama dalam penanganan pascabencana karena berhubungan langsung dengan kesehatan, kenyamanan, serta keberlangsungan aktivitas sosial masyarakat.
“Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar, terutama air bersih. Fasilitas ibadah, layanan kesehatan, dan hunian sementara harus segera berfungsi normal agar warga dapat kembali beraktivitas secara aman dan layak,” ujar Dody dalam keterangannya.
Melayani Kebutuhan Masyarakat
Di Kecamatan Manyak Payed, pengeboran sumur bor di Masjid Simpang Lhee telah mencapai kedalaman 82 meter dan saat ini sudah memasuki tahap konstruksi serta mulai beroperasi untuk melayani kebutuhan air bersih warga sekitar.
Sementara itu, di Desa Meurandeh, pengeboran pilot hole telah mencapai kedalaman 88 meter dari rencana 90 meter dan tengah dipersiapkan untuk tahap reaming sebagai bagian dari konstruksi sumur permanen.


Pada Kantor Camat Kuala Simpang, pengeboran telah mencapai kedalaman 77 meter dari rencana 80 meter. Berdasarkan kajian hidrogeologi, lokasi ini memiliki potensi akuifer pada kedalaman 23–35 meter serta di atas 150 meter. Oleh karena itu, pekerjaan dilanjutkan secara bertahap guna memastikan keberlanjutan sumber air dan saat ini masuk dalam daftar prioritas menuju tahap konstruksi.
Di Kecamatan Banda Mulia, pengeboran di Masjid Al Ikhlas Gampong Sukajadi telah mencapai kedalaman 72 meter dari target 100 meter, dengan potensi akuifer pada rentang 39–78 meter.
Sementara itu, pengeboran di TK Nurul Ikhlas Telaga Meuku II, Sidomulyo, telah mencapai pilot hole sedalam 82 meter dari rencana 100 meter dan menunjukkan indikasi akuifer yang sama, sehingga diproyeksikan segera memasuki tahap konstruksi.
Sempat Alami Kendala
Adapun di Kecamatan Karang Baru, pengeboran di Kantor Datok Gampong Menanggini baru mencapai pilot hole sedalam 25 meter dari rencana 60 meter dan sementara mengalami kendala akibat kerusakan gearbox alat bor.
Di lokasi lainnya, pengeboran di Pesantren Darul Mukhlisin telah mencapai pilot hole sedalam 72 meter dari target 100 meter. Beberapa lapisan potensi akuifer teridentifikasi pada kedalaman 8–19 meter, 28–39 meter, serta di atas 98 meter. Saat ini, pekerjaan menunggu pembuatan mata bor untuk melanjutkan pengeboran.
Sementara itu, di Kecamatan Bendahara, pengeboran di Desa Matang Teupah telah mencapai pilot hole sedalam 73 meter dari target 100 meter, dengan potensi akuifer pada kedalaman 39–78 meter dan 78–92 meter. Proses pengeboran masih menunggu pengiriman mud pump yang tengah dijemput dari Bireuen menuju Aceh Tamiang.
Di Desa Bandar Khalifah, pengeboran pilot hole telah mencapai kedalaman 104 meter dari rencana 150 meter dan terus dilanjutkan secara bertahap.
Survei Geolistrik
Untuk memastikan ketepatan titik dan kedalaman pengeboran, Kementerian PU juga telah melaksanakan survei geolistrik di sejumlah lokasi, antara lain Desa Gelung Kecamatan Seruway, Desa Meurandeh Kecamatan Manyak Payed, Kecamatan Tenggulun (dua lokasi), Padang Linggis, Pante Cempa, Bandar Khalifah Hulu, serta Ronggoh.
Selain itu, pada hari ini dilaksanakan survei geolistrik tambahan untuk beberapa lokasi usulan, termasuk di Kecamatan Manyak Payed dan Kantor Kejaksaan Negeri, serta penambahan dua lokasi cadangan sebagai langkah antisipasi.
Sejumlah titik direncanakan segera memasuki tahap persiapan konstruksi sumur, di antaranya Desa Meurandeh, Kantor Camat Kuala Simpang, TK Nurul Ikhlas Banda Mulia, dan Desa Matang Teupah, sembari menunggu kesiapan tim logging, reaming, serta penyempurnaan konstruksi sumur. (*/CHI)
Baca Juga: Izin PT Cahaya Wisata Transportasi Dibekukan Usai Kecelakaan Bus di Semarang




