JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai mematangkan arah pembangunan infrastruktur tahun anggaran 2027 melalui Konsultasi Regional (Konreg) 2026. Forum ini menjadi tahap penyelarasan lintas unit sebelum masuk dalam perencanaan pembangunan nasional.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, hasil Konreg akan menjadi dasar penting dalam penyusunan perencanaan nasional sekaligus penentuan prioritas pembangunan infrastruktur ke depan.
“Seluruh proses ini dilakukan untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya memperkuat ketahanan pangan, energi, dan air, melanjutkan pembangunan infrastruktur, serta menjaga keseimbangan pembangunan dengan lingkungan,” ujar Dody saat membuka Konsultasi Regional (Konreg) Kementerian PU, Kamis (2/4/2026).
Ia menekankan, peran Kementerian PU sangat strategis sebagai penyedia infrastruktur dasar yang menopang aktivitas ekonomi dan pelayanan publik.
Infrastruktur Jadi Kunci Ekonomi 8%
Dalam paparannya, Dody menegaskan komitmen menjalankan program strategis PU608 dengan tiga parameter utama: efisiensi investasi (ICOR di bawah 6), penurunan kemiskinan hingga 5%, serta mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai 8% pada 2029.
“Ini menjadi parameter utama untuk memastikan pembangunan infrastruktur berkontribusi langsung terhadap ekonomi nasional, pengentasan kemiskinan, dan penciptaan lapangan kerja,” kata Dody.
Ia menambahkan, dampak pembangunan infrastruktur tersebut akan diukur secara langsung melalui indikator Badan Pusat Statistik (BPS).
Anggaran Rp 118,5 Triliun dan Program Prioritas 2026
Dengan pagu anggaran 2026 sebesar Rp 118,5 triliun, Kementerian PU menjalankan berbagai program prioritas di tiga sektor utama.
Sumber Daya Air
- Pembangunan jaringan irigasi baru 16.000 hekter
- Pembangunan 12 bendungan ongoing
- Penyediaan air baku untuk masyarakat
Konektivitas
- Pembangunan jalan baru 102 km
- Peningkatan dan preservasi jalan 1.500 km
- Pembangunan jalan tol 33 km
Permukiman
- Peningkatan akses air minum aman bagi 800 ribu orang
- Layanan sanitasi untuk 63 ribu kepala keluarga
Prasarana Strategis
- Pembangunan lebih dari 900 unit Sekolah Rakyat
- Rehabilitasi 1.000 sekolah keagamaan
- Pembangunan fasilitas sosial ekonomi lainnya
Fokus Infrastruktur 2027: Ketahanan Pangan hingga Sanitasi
Dody menambahkan, untuk 2027, pembangunan difokuskan pada ketahanan pangan melalui penguatan irigasi, peningkatan kapasitas tampungan air, penguatan logistik, pengelolaan sampah, sanitasi, hingga rehabilitasi pascabencana terutama di Sumatera dan Aceh.
Adapun target capaian 2027 meliputi, kapasitas tampung air 58,84 m³ per kapita, keandalan irigasi 27%, waktu tempuh logistik utama turun menjadi 1,8 jam per 100 km, akses air minum aman 33,46%, sanitasi aman 10,8%, pengelolaan sampah 24,5%, kualitas sarana pendidikan 64,4% dan sarana sosial ekonomi 71%.
Tiga Strategi Besar Menuju Target
Lebih lanjut kata Dody, untuk mencapai target tersebut, pemerintah menyiapkan tiga strategi utama: melanjutkan dukungan infrastruktur ketahanan pangan, energi, dan air yang ramah lingkungan, meningkatkan efisiensi belanja serta mendorong pembiayaan inovatif dan memperkuat sinergi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Menutup sambutannya, Dody berharap forum Konreg mampu menyelaraskan program pusat dan daerah sehingga pembangunan benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Saya sangat berharap seluruh proses Konsultasi Regional 2026 ini menjadi bagian dari upaya bersama menghadirkan pembangunan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (CHI)
Baca Juga: Tol Lembah Anai Bakal Digarap Hutama Karya, Ini Perkembangannya

































