Home Berita PU dan TNI Bangun Jembatan Darurat di Nagekeo

PU dan TNI Bangun Jembatan Darurat di Nagekeo

Share

JAKARTA, LINTAS — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan TNI Kodam IX/Udayana bersinergi membangun jembatan Bailey darurat di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pembangunan ini untuk mengatasi putusnya akses akibat banjir bandang yang melanda daerah itu.

Jembatan darurat dibangun sebagai pengganti sementara Jembatan Teodhae 1 dan Teodhae 2 di Desa Sawu. Setiap jembatan memiliki panjang bentang 30 meter.

Menteri PU Dody Hanggodo, melalui keterangan tertulis, mengapresiasi sinergi lintas instansi ini.

Menurut dia, “Pembangunan jembatan darurat ini merupakan upaya cepat pemerintah untuk memulihkan kembali akses masyarakat yang sempat terputus.”

Selanjutnya, ia menambahkan, kerja sama antara BPJN NTT dan TNI Kodam Udayana menunjukkan semangat gotong royong dalam percepatan pemulihan pascabencana.

Sementara itu, fokus pekerjaan saat ini masih pada Jembatan Teodhae 1. Pekerjaan yang telah dilakukan meliputi galian untuk abutment dan perakitan 2.700 unit kawat bronjong untuk dudukan jembatan.

Pekerjaan dasar fondasi ini ditargetkan selesai pada minggu keempat September 2025. Setelah itu, tahap selanjutnya adalah perakitan rangka jembatan Bailey.

Kehadiran jembatan darurat ini diharapkan segera memulihkan konektivitas. Selain itu, juga memperlancar distribusi logistik dan mendukung pemulihan aktivitas sosial ekonomi masyarakat.

Seperti diberitakan sebelumnya, banjir bandang melanda Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Senin (8/9/2025) malam. Banjir dipicu hujan deras sejak Minggu hingga Senin sore.

Lima desa terdampak, yakni Lokalaba, Sawu, Lodaolo, Woewolo, dan Ua. Bencana ini menewaskan tiga orang, melukai satu orang, serta membuat empat orang hilang. Sebanyak empat rumah hanyut. (HRZ)

Baca Juga: Begini Progres PU Tangani Banjir Bandang Nagekeo di NTT

Share