Home Berita PLN Akan Tambah 19 SPKLU di IKN hingga Akhir 2024

PLN Akan Tambah 19 SPKLU di IKN hingga Akhir 2024

Share

JAKARTA, LINTAS — PLN akan menambah 19 stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara hingga akhir tahun 2024.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan, pihak PLN mendukung keseriusan pemerintah membangun IKN Nusantara dengan konsep kota hutan atau forest city yang hijau, indah, dan ramah lingkungan.

Di mana seluruh alat transportasi dan mobilitas di IKN, akan menggunakan moda transportasi ramah lingkungan berbasis listrik.

“Komitmen PLN menghadirkan listrik yang tidak hanya andal untuk Ibu Kota baru, tetapi juga bersih sejalan dengan target Net Zero Emissions 2060 dalam rangka memanfaatkan potensi energi bersih di Indonesia demi kemakmuran rakyat yang sebesar-besarnya,” ujar Darmawan dalam keterangannya. 

Baca juga: Menteri Perdagangan Lobi Pengusaha Amerika Serikat untuk Investasi di IKN

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menegaskan, Ibu Kota Nusantara (IKN) nantinya akan memiliki konsep kota hijau dengan kendaraan yang digunakan, baik pribadi maupun umum, adalah listrik.

Sehingga hal ini bisa berdampak dengan bersihnya udara di IKN itu sendiri. 

Presiden Jokowi dalam acara Kompas 100 CEO Forum di IKN Nusantara. | Dok. Setkab
Presiden Jokowi dalam acara Kompas 100 CEO Forum di IKN Nusantara. | Dok. Setkab

Target SPKLU di IKN

Darmawan mengatakan, nantinya PLN akan membangun 19 SPKLU tambahan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN pada 2024. 

Darmawan juga menjelaskan bahwa pihak PLN akan menyediakan SPKLU di kota-kota penyangga IKN.

Seperti di Balikpapan dan Samarinda di mana saat ini sudah terdapat 9 SPKLU tersebar di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. 

Darmawan mengatakan, jumlah tersebut akan bertambah 31 unit pada 2024 untuk mengikuti perkembangan negara Asia Tenggara yang mengembangkan industri kendaraan listrik. 

“Dengan begitu, pesaing Indonesia untuk bisa menguasai pasar kendaraan roda empat dan roda dua ramah lingkungan tersebut akan semakin banyak, termasuk Thailand, Malaysia, dan juga Vietnam.” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Industri Maritim dan Transportasi Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi M Firdausi Manti mengatakan, Indonesia tidak boleh ketinggalan dalam menarik investor luar negeri untuk bisa berinvestasi di Tanah Air.

“Negara tetangga juga sama-sama nih, sangat agresif untuk mengundang principle investor untuk membangun pabrik kendaraan listrik di negaranya masing-masing. Karena mereka juga melihat ke depannya tren dunia otomotif seperti itu. Nah, kita juga tidak boleh terlambat mengantisipasi hal ini,” ujarnya. (ATO)

Baca Juga: IKN Yakin Investasi Rp 45 Triliun Terealisasi di Akhir Tahun 2023

Oleh:

Share