JAKARTA, LINTAS – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat tren penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026 terus meningkat seiring memasuki fase arus balik. Tingginya mobilitas masyarakat pasca-Idulfitri mendorong kereta api menjadi moda transportasi favorit karena dinilai nyaman, terjadwal, dan memberikan kepastian waktu tempuh.
Hingga 25 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, total tiket yang telah terjual mencapai 4.342.343 atau 96,5 persen dari kapasitas 4.498.696 tempat duduk yang disediakan untuk periode 11 Maret hingga 1 April 2026. Angka ini mencerminkan tingginya minat masyarakat dalam memanfaatkan layanan kereta api pada momentum Lebaran tahun ini.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan tren ini menunjukkan pola perjalanan masyarakat yang semakin terencana.
“Perjalanan dengan kereta api terus meningkat sejak pertengahan Maret dan saat ini memasuki fase arus balik. Kereta api menjadi pilihan karena nyaman, terjadwal, dan memberikan kepastian perjalanan,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Kereta Api Jarak Jauh
Dari sisi layanan, Kereta Api Jarak Jauh mencatat penjualan tiket sebesar 3.713.781 atau 104 persen dari kapasitas 3.571.760 tempat duduk. Sementara itu, KA Lokal mencatat penjualan 628.562 tiket atau 67,8 persen dari total 926.936 tempat duduk. Meski demikian, ketersediaan kursi masih ada, terutama untuk relasi tertentu yang tidak ditempuh secara penuh oleh pelanggan.

Selama periode 11 hingga 24 Maret 2026, KAI telah melayani 3.125.958 pelanggan di Pulau Jawa dan Sumatra. Jumlah tersebut terdiri dari 2.629.334 pelanggan KA Jarak Jauh dan 496.624 pelanggan KA Lokal, menunjukkan mobilitas yang terus meningkat dan tersebar di berbagai wilayah.
Lonjakan signifikan terlihat dalam tiga hari terakhir. Pada 22 Maret, jumlah pelanggan mencapai 242.773 dengan okupansi 150,7 persen. Angka tersebut meningkat menjadi 247.025 pelanggan pada 23 Maret dengan okupansi 154,1 persen, dan kembali naik pada 24 Maret menjadi 250.616 pelanggan dengan okupansi 153,3 persen.
Memasuki 25 Maret 2026, tren kenaikan masih berlanjut. Hingga pagi hari, sebanyak 205.975 pelanggan KA Jarak Jauh telah dijadwalkan berangkat dengan tingkat okupansi sementara mencapai 126 persen, dan masih terus bertambah seiring penjualan berlangsung.
Anne menjelaskan, tingkat okupansi di atas 100 persen merupakan hal yang umum dalam operasional kereta api jarak jauh.
“Dalam satu perjalanan, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi berbeda. Skema ini membuat jumlah pelanggan yang dilayani bisa melampaui kapasitas tempat duduk yang tersedia,” jelasnya.
KA dengan Pemesanan Tinggi
Sejumlah kereta dengan tingkat pemesanan tinggi selama periode Lebaran antara lain KA Airlangga, KA Joglosemarkerto, KA Sri Tanjung, KA Bengawan, KA Kahuripan, KA Rajabasa, dan KA Jayakarta. Kereta-kereta tersebut menjadi pilihan utama masyarakat untuk perjalanan jarak menengah hingga jauh.
Untuk mengakomodasi tingginya permintaan, KAI juga menghadirkan program Promo Silaturahmi berupa diskon tiket sebesar 20 persen untuk kereta api kelas eksekutif. Promo ini berlaku untuk pembelian dan keberangkatan pada 25 Maret hingga 1 April 2026.
KAI mengimbau masyarakat untuk tetap fleksibel dalam merencanakan perjalanan arus balik, baik dengan memilih tanggal keberangkatan alternatif, relasi berbeda, maupun memanfaatkan perjalanan lanjutan (connecting train).
“Dengan kapasitas yang masih tersedia, masyarakat dapat merencanakan perjalanan arus balik dengan lebih fleksibel agar perjalanan tetap nyaman, lancar, dan menyenangkan bersama kereta api,” tutup Anne. (CHI)
Baca Juga: Menteri PU: Arus Balik Diimbau Bertahap, Jalan Dipastikan Siap

































