Home Berita Pengairan Baik, Produktivitas Padi Petani di Pemulutan Meningkat

Pengairan Baik, Produktivitas Padi Petani di Pemulutan Meningkat

Share

Pemulutan, Lintas – PT Buyung Putra Perkasa, perusahaan yang mengelola sawah seluas 3.000 hektar di beberapa wilayah di Sumatera Selatan. Perusahaan ini berhasil meningkatkan produktivitas pertanian melalui pengaturan pengairan yang baik.

Firdaus, petani yang bekerja di lahan rawa Lebak, mengatakan, pengairan untuk persawahan sangat tergantung dari irigasi air sungai besar. Keberadaan tanggul besar yang dibangun oleh perusahaan telah memberikan dampak signifikan pada pengairan persawahan. Panen dapat dilakukan dua kali dalam setahun.

“Dalam satu tahun kami bisa dua kali penanaman. Mulai tanam di April panen September atau lima bulan, yaitu tiga bulan masa umur padi dan dua bulan masa pengolahan. Jadi, kalau air pasang, kami buang  air. Sementara air pasang surut kami masukkan air ke dalam tanggul besar sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.

Firdaus menjelaskan, penamburan benih padi dilakukan secara manual oleh empat sampai delapan orang dalam satu petak. Setiap satu hektar (50 meter x 200 meter), selesai dalam waktu dua minggu. Adapun proses tabur benih seluas 5-6 hektar bisa selesai dalam satu hari. Hasil panen akan langsung dibawa ke pabrik untuk langsung diolah menjadi jenis padi unggulan. Contohnya, benih padi inpari 32 yang tahan penyakit dan hama. Selain itu, sekali panen per hektar dapat menghasilkan 6-7 ton.

Majalah Lintas berfoto bersama dengan para petani. | Majalah Lintas/FDH

Gulma Jadi Humus

PT Buyung Putra Perkasa juga berhasil memanfaatkan jeda masa penanaman untuk memusnahkan gulma. Kemudian mengolah gulma menjadi humus untuk pertumbuhan padi selanjutnya. Sementara untuk penanggulangan hama, perusahaan melakukan penyemprotan dengan insect dan stroom listrik.

“Lahan rawa Lebak sangat rawan gulma. Jadi, selama jeda masa  penanaman kami manfaatkan untuk memusnahkan gulma menggunakan racun rumput dan diolah untuk menjadi humus,“ ujarnya.

Suhalim Buyung, pemilik PT Buyung Putra Perkasa, mengungkapkan, perusahaan menggunakan mesin bajak traktor. Juga mesin panen sebanyak 10 unit guna mempercepat penanaman dan panen. Satu alat mesin bajak tersebut dalam satu hari bisa panen mencapai 5 hektar. Produk beras perusahaan juga memiliki brand sendiri yang dipasarkan ke seluruh supermarket Indonesia dengan nama ‘Topi Koki’.

PT Buyung Putra Perkasa kini mengelola lahan seluas 600 hektar di Kabupaten Muara Enim. Kemudian 2.500 hektar di Kabupaten Oki Ilir dan seluas 317 hektar di Pelabuhan Dalam dan Banir. Perusahaan ini berupaya meningkatkan produktivitas pertanian dengan teknologi dan manajemen yang baik. Juga memanfaatkan setiap potensi yang ada di sekitar lahan sawah. (FDH)

Baca Juga:

Share

ARTIKEL TERKAIT