Jakarta, Lintas – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana, Bali, akan bersinergi dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terkait rencana pengembangan Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Bali. Pengembangan pelabuhan ini guna mendukung konektivitas antarwilayah dan memajukan sektor pariwisata di wilayah tersebut.
Dalam pertemuan dengan Bupati Jembrana I Nengah Tamba pekan lalu, Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin menyampaikan, dibahas kelanjutan masterplan Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk.
Saat ini, ASDP melayani hingga total 49 juta penumpang di seluruh lintasan penyeberangan di Indonesia, termasuk di lintasan tersibuk Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk.
“Layanan penyeberangan dengan moda kapal ferry menjadi salah satu moda transportasi favorit bagi masyarakat di Indonesia, khususnya yang ingin menyeberang dari Jawa menuju Sumatera dan juga Ketapang-Gilimanuk yang menghubungkan Jawa dan Bali. Dari sekitar 49 juta pengguna jasa kapal ferry per tahunnya, lintasan Merak-Bakauheni merupakan jalur tersibuk yang melayani hingga 20,7 juta penumpang,” ujar Shevy dalam keterangan tertulis, Rabu (17/5/2023).
Ia menambahkan, ASDP terus berupaya menghadirkan layanan penyeberangan prima. Layanan prima ini tentunya dapat terwujud dengan berkolaborasi bersama stakeholder terkait, termasuk Pemkab Jembrana.
Sementara itu, Bupati Jembrana, I Nengah Tamba menjabarkan visi pembangunan Jembrana yang dapat dikolaborasikan dengan pihak ASDP.
“Kami ingin nantinya Jembrana dapat menjadi kawasan destinasi dunia dengan adanya keindahan alam dan tentu didukung oleh aksesibilitas penyeberangan. Untuk itu, kehadiran kami di sini ingin menindaklanjuti diskusi atas masterplan Gilimanuk yang meliputi rencana pembangunan destinasi terbesar di Asia Tenggara,” ujarnya.
Kawasan Waterfront
Hal ini tentunya sangat penting dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata utamanya melalui keanekaragaman bisnis yang berorientasi pada pengembangan kawasan waterfront destination.
“Rencana pngembangan Pelabuhan Gilimanuk dan sekitarnya merupakan kolaborasi besar yang diharapkan dapat memberikan dampak signifikan untuk memajukan pariwisata, logistik, infrastruktur, sosial, dan ekonomi. Sesuai dengan masterplan yang telah dirancang, akan dibuat skywalk dari terminal bus menuju pelabuhan bagi para penumpang pejalan kaki,” papar Direktur Perencanaan dan Pengembangan ASDP Harry MAC.
Dalam perencanaan tersebut, lanjutnya, mencakup pembaruan tollgate, gapura signboard, sirkulasi kendaraan menuju ke pelabuhan, pembangunan hotel transit, terminal, mal, gedung parkir, restoran apung, museum seni, budaya, dan maritim. Tak ketinggalan, area waterfront hingga amphitheater.
“ASDP telah menyiapkan strategi tersendiri untuk memanfaatkan kepadatan di jalur penyeberangan baik Merak-Bakauheni serta Ketapang-Gilimanuk. Mengusung pengembangan kawasan waterfront, ASDP mulai melakukan ekspansi atas bisnisnya, khususnya dengan memanfaatkan aset yang dimiliki untuk membangun pengembangan wisata tepi pantai dan berpusat pada area komersial. Salah satu contohnya proyek Bakauheni Harbour City (BHC) yang saat ini tengah dikebut,” tandasnya. (BAS)

























