JAKARTA, LINTAS – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menargetkan realisasi investasi IKN mencapai Rp60,93 triliun pada 2025.
Investasi ini akan sepenuhnya menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk mendukung pembangunan infrastruktur serta sektor perumahan di ibu kota baru tersebut.
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN, Agung Wicaksono, menjelaskan bahwa skema KPBU tetap menjadi strategi utama dalam menarik investasi ke IKN.
“Tentu target ini akan kita lanjutkan seperti tahun 2024. Tahun 2025 ini, realisasi KPBU menjadi kunci utama dalam pembangunan,” ujar Agung di Jakarta, Minggu (16/2/2025).
Dari total investasi sebesar Rp60,93 triliun, sebagian besar dana akan dialokasikan untuk pengembangan hunian vertikal dan rumah tapak di kawasan inti IKN.
Selain itu, OIKN juga tengah mengupayakan investasi senilai Rp40 triliun untuk pembangunan Multi Utility Tunnel (MUT) dan jaringan jalan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Investasi Groundbreaking
Dalam waktu dekat, OIKN akan menyaksikan masuknya lima perusahaan yang siap berinvestasi dalam groundbreaking tahap 9 di IKN. Total nilai investasi yang akan dikucurkan diperkirakan mencapai Rp6,49 triliun, mencakup sektor pendidikan, hotel, hunian, ritel, dan perkantoran.
Menariknya, proses groundbreaking pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan berbeda dari era Presiden Joko Widodo. Agung menegaskan bahwa tidak akan ada seremoni seperti sebelumnya.
Sebagai gantinya, para investor hanya akan melakukan penandatanganan komitmen kerja sama dan langsung memulai pembangunan tanpa seremoni peletakan batu pertama.
“Skemanya nanti tidak ada seremoni groundbreaking lagi. Setelah perjanjian kerja sama ditandatangani, investor bisa langsung memulai pembangunan,” jelas Agung.
Baca Juga: Fasilitas Utama Bandara VVIP IKN Rampung, Progress Infrastruktur Masuk Tahap Akhir
Meskipun optimisme tinggi terhadap realisasi investasi IKN, tantangan tetap ada. Keberlanjutan skema KPBU serta kepercayaan investor menjadi faktor utama dalam keberhasilan proyek ini.
Selain itu, percepatan penyediaan infrastruktur dasar seperti jalan, jaringan listrik, air bersih, dan telekomunikasi juga menjadi aspek penting dalam menarik lebih banyak investasi.
Dengan strategi investasi yang lebih efisien dan fokus pada pembangunan esensial, diharapkan proyek Ibu Kota Nusantara dapat terus berkembang sesuai target dan menjadi pusat ekonomi baru di Indonesia. (GIT)































