Jakarta, Lintas – Pemerintah terus mempercepat pembangunan dua proyek strategis nasional bidang perhubungan agar dapat diresmikan pada Agustus 2023. Keduanya adalah proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) dan LRT Jabodetabek.
Berdasarkan data resmi PT Kereta Api Indonesia (KAI) progres proyek KCJB per akhir Maret 2023 telah mencapai 86 persen.
“Seluruh jalur ganda KCJB sepanjang 142,3 kilometer telah terpasang rel. Proses peletakan rel atau track laying dilakukan selama 12 bulan sejak 20 April 2022,” isi keterangan dikutip Jumat (7/4/2023).
Sementara itu, progres konstruksi sudah mencapai 90,89 persen.
Saat ini, PT KAI dan sejumlah pihak tengah berkolaborasi melakukan uji coba caraousel test, yakni beberapa rangkaian LRT Jabodetabek dijalankan bersamaan tanpa masinis.
Selesai Sesuai Jadwal
Adapun Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo menyatakan, pihaknya akan berupaya untuk memastikan dua proyek penting itu selesai sesuai jadwal. Ia mengaku tak akan menyia-nyiakan biaya pembangunan kedua proyek tersebut yang bersumber pada Penyertaan Modal Negara (PMN) dari APBN 2021.
Bagi negara, kata Didiek, PMN membantu mempercepat penyelesaian proyek strategis nasional berbasis perkeretaapian, mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitar stasiun maupun potensi pengembangan kawasan baru.
“Lalu peningkatan pendapatan negara baik secara langsung maupun tidak langsung, serta meningkatkan citra positif Indonesia di mata dunia dengan dioperasikannya kereta cepat dan LRT yang dioperasikan tanpa masinis,” ujarnya.
Diketahui pembangunan KCJB, dan LRT mendapatkan suntikan PMN dari APBN 2021 senilai Rp 6,9 triliun. Kemudian, jumlah itu bertambah Rp 3,2 triliun untuk proses penyelesaian pembangunan KCJB. (TNO)
Baca Juga:
- Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung dan LRT Jabodetabek Libatkan Perguruan Tinggi
- Target Kejar Uji Coba 2022, Rel Kereta Cepat Jakarta-Bandung Mulai Dipasang
- Berbagai Fasilitas Perawatan dan Perbaikan LRT Jabodebek di Depo Bekasi



























