Di ujung utara Sulawesi, Pelabuhan Bitung memainkan peran penting sebagai simpul pergerakan manusia dan distribusi logistik menuju kawasan Timur Indonesia. Bagi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Bitung bukan sekadar pelabuhan penyeberangan, melainkan pintu strategis yang menopang pemerataan pembangunan sekaligus ketahanan logistik nasional.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa letak geografis Pelabuhan Bitung yang berada di jalur vital kawasan Timur menjadikannya berperan krusial dalam menjaga kelancaran arus penumpang dan distribusi barang antarpulau.
“Pelabuhan Bitung bukan hanya penghubung wilayah, tetapi juga gerbang utama menuju kawasan Timur Indonesia. Peran ini sangat penting untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap lancar, sekaligus menjamin ketersediaan pasokan logistik,” ujar Heru.
Lintasan Penyeberangan
Untuk mendukung peran strategis tersebut, ASDP Cabang Bitung mengoperasikan sejumlah lintasan penyeberangan yang menjadi tulang punggung konektivitas wilayah. Dua lintasan utama, yakni Bitung–Ternate dan Bitung–Tobelo, menjadi jalur vital bagi mobilitas penumpang sekaligus distribusi logistik antarpulau.
Secara keseluruhan, Pelabuhan Bitung melayani tiga lintasan komersial dan delapan lintasan perintis dengan dukungan enam unit kapal yang beroperasi secara berkelanjutan. Kombinasi lintasan dan armada ini semakin mengukuhkan posisi Bitung sebagai simpul strategis penyeberangan di kawasan Timur Indonesia.


Berdasarkan data ASDP Cabang Bitung periode Januari hingga Desember 2025, lintasan Bitung–Ternate mencatat kinerja positif dengan melayani sekitar 19.969 penumpang dan 15.707 unit kendaraan.
Sementara lintasan Bitung–Tobelo juga memberikan kontribusi signifikan dengan melayani sekitar 1.578 penumpang dan 2.600 unit kendaraan. Tingginya angka tersebut mencerminkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap kedua lintasan sebagai jalur utama konektivitas dan distribusi logistik.
Dukung Distribusi Komoditas dan Pariwisata
General Manager ASDP Cabang Bitung, Sigit Purwanto, menjelaskan bahwa padatnya aktivitas penyeberangan tak lepas dari peran Bitung sebagai pusat distribusi komoditas unggulan kawasan Timur.
“Kedua lintasan ini mempermudah masyarakat memperoleh pasokan pangan, mulai dari hasil perikanan unggulan Bitung seperti cakalang dan tuna, hingga komoditas dari wilayah lain. Kelancaran distribusi ini turut memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga,” jelas Sigit.
Ia menambahkan, komoditas unggulan dari Ternate dan Tobelo, seperti kelapa, juga dapat didistribusikan lebih efisien ke wilayah lain, termasuk Maluku dan Ambon, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Tak hanya mendukung sektor logistik, konektivitas penyeberangan ini juga membuka akses pariwisata antardaerah. Berbagai destinasi unggulan seperti Wisata Alam Batu Angus di Bitung, Pantai Sulamadaha di Ternate, hingga Pantai Luari di Tobelo kini semakin mudah dijangkau. Hal ini turut mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (CHI)
Baca Juga: ASDP Siapkan Strategi Mudik Lebaran 2026 di Lintasan Jawa–Sumatera–Bali





