JAKARTA, LINTAS – Panitia Pelaksana The International Gateball Cup: Minister of Public Works Cup 2025 menggelar rapat koordinasi secara virtual melalui aplikasi Zoom pada Jumat, 5 Desember 2025.
Rapat ini dilaksanakan sebagai bagian dari finalisasi dan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek persiapan menjelang pelaksanaan kejuaraan gateball internasional yang dijadwalkan berlangsung pada 12–14 Desember 2025.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (PB Pergatsi) Diana Kusumastuti, didampingi Ketua Harian PB Pergatsi Khalawi, serta Ketua Panitia Pelaksana The International Gateball Cup: Minister of Public Works Cup 2025, Wilan Oktavian. Turut hadir jajaran pengurus PB Pergatsi, panitia pelaksana, serta para koordinator bidang yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan kejuaraan.
Dalam rapat tersebut, masing-masing bidang menyampaikan laporan perkembangan terkini sesuai tugas dan tanggung jawabnya, mulai dari pendaftaran dan validasi peserta, teknis pertandingan, perwasitan, perlengkapan dan venue, akomodasi dan konsumsi, pendanaan, hingga penanganan kontingen luar negeri. Secara umum, panitia melaporkan bahwa seluruh persiapan utama telah berada pada tahap akhir dan berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.
Nilai Strategis
Ketua Umum PB Pergatsi Diana Kusumastuti menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia atas kerja keras dan dedikasi yang telah ditunjukkan sejak tahap awal persiapan. Ia menegaskan bahwa The International Gateball Cup: Minister of Public Works Cup 2025 memiliki nilai strategis karena menjadi ajang internasional gateball berskala besar pertama yang secara resmi diselenggarakan di Indonesia.
“Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja dengan sangat intens. Ini bukan hanya turnamen biasa, melainkan event internasional yang harus menjadi etalase kemampuan Indonesia sebagai tuan rumah,” ujar Diana Kusumastuti.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas bidang, kedisiplinan waktu, serta antisipasi terhadap potensi kendala di sisa waktu yang tersedia. Menurutnya, profesionalisme dan kekompakan panitia menjadi kunci utama keberhasilan penyelenggaraan kejuaraan.
“Waktu kita sudah sangat terbatas. Saya meminta setiap bidang terus berkoordinasi dan melaporkan perkembangannya secara berkala, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan kesan terbaik, khususnya bagi peserta dan tamu dari luar negeri,” tegasnya.
Sesuai Target
Sementara itu, Ketua Harian PB Pergatsi Khalawi menyampaikan bahwa dari sisi kesiapan teknis dan nonteknis, panitia telah bekerja sesuai dengan target. Ia menjelaskan bahwa kejuaraan ini tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga membawa misi penguatan diplomasi olahraga melalui rencana pertemuan internasional dalam rangka pembentukan Asian Gateball Union.
“Event ini tidak semata tentang pertandingan gateball, tetapi juga memiliki misi strategis untuk pengembangan gateball di kawasan Asia. Karena itu, penanganan delegasi luar negeri serta pelayanan keseluruhan rangkaian acara harus dipersiapkan secara profesional,” ujar Khalawi.
Ia menambahkan bahwa panitia telah menjalin koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk kementerian dan mitra pendukung, guna memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai standar internasional.
Ketua Panitia Pelaksana Wilan Oktavian melaporkan kesiapan operasional panitia secara menyeluruh. Ia menyampaikan bahwa jumlah peserta yang telah terverifikasi mencapai ratusan tim, yang terdiri atas atlet dari berbagai provinsi di Indonesia serta kontingen dari sejumlah negara sahabat, menjadikan turnamen ini sebagai salah satu kejuaraan gateball terbesar yang pernah digelar di Tanah Air.
“Secara umum panitia pelaksana siap menjalankan tugas. Seluruh bidang telah bekerja dan saling berkoordinasi, serta melakukan pembaruan data dan persiapan secara berkala agar tidak ada kendala berarti saat pelaksanaan,” jelas Wilan Oktavian.
Dari sisi venue, panitia memastikan Lapangan B Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, telah disiapkan dengan 12 lapangan gateball yang memenuhi standar. Fasilitas pendukung seperti area pemain dan wasit, medis, media, tenda peserta, serta tenda VIP telah ditata secara terintegrasi untuk menjamin kelancaran dan kenyamanan seluruh pihak.
Rapat juga membahas teknis pertandingan, termasuk pembagian pool, jadwal pertandingan, sistem live score, serta pelaksanaan technical meeting yang dijadwalkan sehari sebelum pertandingan dimulai. Dari sisi perwasitan, PB Pergatsi telah menerbitkan Surat Keputusan penugasan sekitar 100 orang wasit dan menyiapkan pembekalan guna menjamin kualitas, objektivitas, dan keseragaman kepemimpinan pertandingan.
Indonesia Tuan Rumah
Selain itu, bidang akomodasi dan konsumsi melaporkan kesiapan penyediaan penginapan, transportasi, serta layanan konsumsi bagi atlet, ofisial, wasit, dan tamu undangan, termasuk delegasi luar negeri. Kualitas layanan ditegaskan sebagai bagian penting dari citra Indonesia sebagai tuan rumah kejuaraan internasional.
Menutup rapat, Ketua Umum PB Pergatsi Diana Kusumastuti kembali menegaskan pentingnya tertib administrasi serta transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran.
“Tata kelola yang baik dan pertanggungjawaban anggaran yang transparan merupakan bagian dari profesionalisme organisasi yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Dengan semakin matangnya persiapan dan solidnya koordinasi panitia, The International Gateball Cup: Minister of Public Works Cup 2025 diharapkan dapat berlangsung sukses, lancar, dan berkelas internasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan olahraga gateball di tingkat regional dan global.(ROY)
Baca Juga: Gateball Melaju ke SEA Games 2027, Indonesia Panaskan Persiapan Lewat Kejuaraan Internasional





