Tidak seperti biasanya, setiap kali tiba di Jakarta seusai terbang dari luar kota, Lintas langsung mencari taksi untuk bisa segera sampai di rumah. Namun, Kamis (31/7/2025), dari Terminal 1A, Lintas memutuskan untuk pulang ke rumah menggunakan Kereta Bandara. Ini pengalaman pertama menggunakan moda transportasi yang hadir sejak 2 Januari 2018 itu.
Bermodalkan berbagai marka petunjuk, termasuk bertanya kepada petugas, sore itu, Lintas mencoba moda transportasi yang semakin digemari masyarakat urban Jakarta dan sekitarnya: Kereta Bandara Soekarno-Hatta.
Dengan tarif Rp75.000 dan waktu tempuh yang konsisten, moda ini menjanjikan perjalanan yang bebas stres dari Bandara Soekarno-Hatta menuju pusat kota yang padat dan sebaliknya.
Perjalanan dengan Kalayang (skytrain) menuju Stasiun Kereta Bandara Soekarno-Hatta hanya memakan waktu beberapa menit. Begitu tiba, kami langsung menuju mesin pembelian tiket otomatis, memilih jadwal keberangkatan pukul 15.57 WIB dengan tujuan Stasiun Sudirman Baru (BNI City). Harga tiketnya Rp75.000.
Nyaman
Proses pembelian tiket terbilang cepat dan mudah. Cukup pilih stasiun asal dan tujuan, waktu keberangkatan, lalu bayar menggunakan kartu debit, atau dompet digital. Barcode e-tiket langsung keluar dan bisa digunakan untuk masuk ke peron.
Tepat waktu, kereta tiba di jalur peron sekitar 15.50. Interiornya bersih, berpendingin udara, dan tempat duduk disusun lega. Tidak ada keramaian, tidak ada suara klakson jalanan, hanya suara mesin dan pemandangan jendela yang menampilkan sisi lain dari kawasan bandara.

Sekitar pukul 16.40, Lintas tiba di Stasiun BNI City (Sudirman Baru), di jantung kawasan bisnis Jakarta. Lintas melanjutkan perjalanan ke Tanah Abang. Mengikuti petunjuk petugas, Lintas naik ke lantai 2 dan keluar dari sistem KA Bandara dengan pindai barcode di tiket. Kemudian, masuk ke gate commuter line menggunakan akses pembayaran e-money. Lintas menggunakan Flazz. Menunggu sekitar 5 menit, kereta yang membawa Lintas ke Stasiun Tanah Abang pun tiba. Tarif Rp3.000.
Opsi Cerdas
Dalam kondisi tidak terburu-buru, Kereta Bandara Soekarno-Hatta adalah opsi cerdas. Waktu tempuhnya stabil (sekitar 45–50 menit), jauh dari ancaman kemacetan, dan memberikan kenyamanan yang sulit ditandingi transportasi darat lain. Bandingkan saja: ongkos taksi ke pusat kota bisa berkali lipat, belum termasuk risiko stres karena lalu lintas.
KA Bandara Soekarno Hatta ini berakhir di Stasiun Manggarai. Dari Stasiun Bandara Soekarno Hatta, berturut-turut Lintas melewati Stasiun Batuceper, Poris, Kaliders, Rawabuaya, Bojong Indah, Pesing, Grogol, Duri, Sudirman Baru. Khusus dari Duri, yang tadinya bergerak searah tempat duduk, KA bandara bergerak sebaliknya untuk menuju Sudirman Baru.

Bicara fasilitas KA dari dan ke bandara, barangkali Anda pernah mencoba Kereta Bandara Kualanamu–Medan. Ada perbedaan menarik. Di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, stasiun kereta langsung terintegrasi dengan gedung terminal bandara. Tidak perlu naik moda tambahan, seperti Kalayang di Soekarno-Hatta. Di sini, Kalayang justru menjadi daya tarik tersendiri karena mempermudah perpindahan antarterminal secara gratis dan efisien.
Tarif Kereta Bandara Kualanamu juga sedikit lebih murah, sekitar Rp 50.000–Rp 60.000 tergantung waktu keberangkatan dan Jarak stasiun terakhir yang dituju. Namun, dari segi kenyamanan dan fasilitas, keduanya relatif setara.
Baca Juga: KA Bandara Kualanamu-Medan, Primadona Transportasi Nirmacet
Manajemen Waktu
Salah satu yang perlu diperhatikan saat menggunakan moda transportasi ini, yakni persiapan atau perencanaan waktu yang harus ketat. Terutama bagi yang memerlukan akses menuju bandara, kesesuaian waktu dengan boarding ke pesawat mutlak harus sesuai. Jangan sampai Anda ketinggalan pesawat.
Anda disarankan memastikan waktu keberangkatan Anda disesuiakan dengan jadwal keberangkatan KA Bandara. Perlu memilih waktu sekitar 1 jam lebih awal dari waktu check-in ke pesawat. Adapun informasi jadwal keberangkatan KA Bandara Soekarno-Hatta bisa diakses di situs Soekarnohatta.injourneyairports.id.
Jadi, cara Naik Kereta Bandara (Bagi Penumpang Kedatangan), misalnya dari dari Terminal 1A, ikuti petunjuk ke stasiun Kalayang. Berturut-turut: Naik Kalayang menuju Stasiun Kereta Bandara; beli tiket di mesin otomatis atau aplikasi Access by KAI atau KA Bandara; pindai barcode untuk masuk ke peron dan tunggu kereta; Naik kereta menuju stasiun tujuan (Manggarai, BNI City, Duri, atau Batu Ceper).
Pengalaman Menyenangkan
Di tengah kompleksitas lalu lintas ibu kota, Kereta Bandara Soekarno-Hatta memberi solusi yang efisien dan menyenangkan. Mulai dari kemudahan akses, kejelasan jadwal, tarif yang bersaing, hingga pengalaman perjalanan yang tenang.
Moda ini menjadi pilihan ideal bagi siapa pun yang menginginkan ketepatan waktu dan kenyamanan, terutama bagi pelancong solo, keluarga, hingga pebisnis.
Dengan infrastruktur yang terus membaik dan pelayanan yang makin matang, moda ini layak menjadi kebiasaan baru dalam mobilitas dari dan ke bandara. Sesederhana itu—dan semenyenangkan itu. (HRZ)

























