Jakarta, Lintas – MRT Jakarta telah melakukan sejumlah langkah nyata dalam mendukung komitmen Indonesia untuk mencapai net zero emission atau nol emisi karbon pada 2060. Langkah-langkah ini dilakukan dengan mengoptimalkan efisiensi energi pada fasilitas dan kegiatan pendukung.
Salah satu upaya konkret yang dilakukan oleh perseroan adalah dengan mengadopsi otomatisasi dan digitalisasi menggunakan teknologi yang lebih hemat energi. Selain itu, MRT Jakarta juga aktif dalam memanfaatkan sumber energi baru dan terbarukan (EBT) sebagai bagian dari strategi pengurangan emisi.
Dikutip dari website resmi Jakartamrt.co.id, pada tahun 2022 sebanyak 10 persen atau setara dengan 5.000 MWh penggunaan listrik di MRT Jakarta berasal dari sumber energi terbarukan. Prestasi ini dibuktikan dengan diterbitkannya sertifikat Energi Baru Terbarukan oleh lembaga APX Inc. MRT Jakarta menjadi badan usaha milik daerah pertama yang berhasil mendapatkan sertifikat ini sebagai bukti bahwa listrik yang digunakan berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang.
Daur Ulang Sampah
MRT Jakarta juga fokus pada pengelolaan limbah dengan mendaur ulang 99,7 persen dari 31,5 ton sampah anorganik masyarakat. Selain itu, MRT Jakarta juga menanam lebih dari lima ribu pohon sebagai kompensasi pembangunan jaringan MRT, Angka ini menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya, di mana pada tahun 2021 hanya terdapat 860-an pohon yang ditanam.

Tak hanya itu, MRT Jakarta juga telah meluncurkan inisiatif “Birukan Atap, Birukan Langit” pada tahun 2021. Inisiatif ini bertujuan untuk mengkaji dan membangun pembangkit energi terbarukan. Pada tahun 2022, dilakukan kajian pembangunan listrik surya atap di stasiun dan infrastruktur di sekitar stasiun yang masuk area pengembangan kawasan transit. Dalam mendukung kajian ini, United States Trade and Development Agency (USTDA) memberikan hibah terkait studi energi terbarukan, konservasi energi, dan pengurangan emisi. Targetnya adalah pada tahun 2023 akan dihasilkan rekomendasi nyata yang dapat diimplementasikan.
Di sisi lain, MRT Jakarta berharap dapat menghubungkan 25 persen dari sistemnya dengan sumber energi terbarukan pada tahun 2025. Hal ini merupakan kontribusi nyata dalam mencapai target net zero emission Indonesia pada tahun 2025, 25 persen dari sistem MRT Jakarta dapat terkoneksi dengan energi terbarukan. (MDF)



















