JAKARTA, LINTAS — Pembangunan duplikasi Jembatan Liliba yang terletak di Jalan Piet A Tallo di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih berlangsung dan ditargetkan selesai pada November 2024.
Kepala BPJN NTT Agustinus Junianto, Kamis (3/10/2024), mengatakan, pembangunan Duplikasi Jembatan Liliba termasuk ke dalam paket Pembangunan Inpres Jalan Daerah (IJD) TA 2023 secara kontrak tahun jamak (multiyears) TA 2023-2024.

“Pembangunan Duplikasi Jembatan Liliba dilaksanakan mulai September 2023. Saat ini, progres fisiknya telah mencapai 77,60 persen dan ditargetkan selesai pada November 2024,” kata Agustinus dikutip dari rilis pers Kementerian PUPR.
Duplikasi Jembatan Liliba dibangun sepanjang 140 meter dengan lebar 9,13 meter dan tipe bentang panjang. Jembatan ini menggunakan rangka baja dan pelat lantai beton bertulang dengan fondasi bore pile beton bertulang berdiameter 80 cm.

Duplikasi jembatan dibangun sejajar dengan jembatan eksisting sehingga setelah rampung diharapkan dapat memperlancar konektivitas dan mengurai kemacetan di Kota Kupang, terutama pada pagi dan sore hari pada saat jam sekolah serta jam kerja.
Jembatan Liliba juga memiliki 2 pilar, pertama setinggi 37 meter, dan kedua setinggi 23 meter.

“Dengan selesainya jembatan ini nanti, diharapkan kemacetan di Kota Kupang bisa terurai. Sehingga masyarakat yang akan tiba di Kota Kupang melalui bandara dan sebaliknya tidak akan mengalami kemacetan lagi,” kata A. Junianto.
Guna mempercantik areal sekitar jembatan, akan dibangun pula taman yang diharapkan dapat menjadi ikon wisata baru bagi Kota Kupang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, konektivitas antarwilayah diperlukan agar mobilitas barang, jasa, dan manusia lebih efisien. Dengan konektivitas yang semakin lancar diharapkan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah sehingga dapat membantu proses percepatan pembangunan di wilayah tersebut.
“Pembangunan infrastruktur jembatan, flyover, dan underpass akan memperlancar konektivitas dan aksesibilitas lalu lintas. Di samping memberikan alternatif bagi warga untuk meningkatkan produktivitas perekonomian,” kata Basuki. (HRZ)

























