MEDAN, LINTAS – Ketua Umum Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) Sumut—yang juga Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumut—Junaidi menutup turnamen sehari Ramadhan Cup, yang digelar di Kampus Unimed, Medan, Jumat (8/3/2024).
“Setelah atlet gateball Sumut menjadi juara umum beberapa turnamen, terakhir di turnamen internasional di Jambi, sebelumnya di Bali dan di Subang, Jawa Barat, para atlet perlu berlatih. Lalu para atlet ini rembukan dan bersepakat untuk mengadakan turnamen kecil-kecilan bertajuk Ramadhan Cup,” kata Junaidi.
Dengan begini, kata Junaidi, para atlet gateball Sumut, terutama yang akan tanding di Pekan Olahraga Nasional XXI di Aceh-Sumut bisa terus mengasah diri. Selain itu, lewat turnamen yang diikuti oleh 40 tim gateball di Medan ini, akan meningkatkan keakraban antara komunitas gateball.
Junaidi menyatakan sangat bangga terhadap prestasi para pemain. “Para atlet gateball membanggakan masyarakat Sumatera Utara. Ada sekitar 13 orang mahasiswa dari Nias yang menjadi andalan dalam tim Sumatera Utara,” katanya.

Setelah ini, kata Junaidi, dirinya akan mengajak atlet Pergatsi Sumut untuk latih tanding mendatangi tim-tim gateball yang kuat. “Dengan demikian, tidak akan gentar saat melawan tim yang sama saat laga sesungguhnya,” katanya.
Sekretaris Umum Pergatsi Sumut Edwin mengatakan, turnamen ini berlangsung satu hari dan diikuti 102 atlet gateball.
“Dalam silaturahmi gateball ini semua kategori bisa main. Kategori beregu, tripel, double, single bisa main. Tidak tertutup kemungkinan singel bisa melawan beregu. Setiap tim mulai dari satu orang hingga 6 orang,” ujar Edwin.
Edwin menjelaskan, turnamen ini dilakukan penyisihan di pul.
Jhonson Hutapea, pelatih kepala, mengatakan, turnamen seperti ini sering dilakukan dua kali sebulan. “Namun, kendala karena Covid-19, kegiatan ini berhenti. Ini membuat semangat teman-teman (atlet gateball) berkurang,” ujarnya.
Lewat grup komunitas gateball Sumut, kata Jhonson, para peserta sepakat untuk melakukan kegiatan menyambut Ramadhan.
Lewat turnamen para atlet gateball bisa makin semangat dan siap terjun di berbagai turnamen. “Intinya kami lakukan silaturahmi yang menyehatkan,” katanya.
Lapangan Gateball
Junaidi menjelaskan bahwa Pergatsi Sumut dalam waktu dekat membangun lapangan gateball.
“Lahan sudah ada, dana juga sudah ada. Kami tinggal memindahkan beberapa pengguna lahan tersebut ke tempat lain,” kata Junaidi.
Olahraga gateball—yang sangat popular di Jepang—kata Junaidi, perlu terus disosialisasikan kepada masyarakat agar bisa disukai dan dinikmati, seperti halanya olahraga lain.
“Salah satu nanti yang segera dibenahi adalah perlunya setiap ada laga atau turnamen, mesti disiapkan komentator yang bisa menjelaskan secara detail tentang gateball.
Junaidi juga berharap semua pengurus Pergatsi bisa memberi tahu keberhasilan Pergatsi Sumut kepada masyarakat lewat pemberitaan-pemberitaan di media massa. (HRZ)

























