SERANG, LINTAS – Jalur Selatan Provinsi Banten—yang saat ini kondisinya mantap—sepenuhnya bermanfaat untuk mendukung pengembangan ekonomi kawasan selatan Banten, terutama untuk pariwisata, logistik, dan industri.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Banten Wahyu Supriyo Winurseto mengatakan hal itu kepada Lintas di ruang kerjanya, Selasa (16/1/2024).
“Jalur selatan Banten dengan kemantapan jalan 92 persen mendukung perekonomian di kawasan selatan Banten. Selain mendukung pariwisata seperti Tanjung Lesung dan Taman Nasional Ujung Kulon, jalur ini juga menjadi jalur logistik bagi kawasan industri di Cilegon serta pengurai lalu lintas menuju Pelabuhan Merak,” kata Wahyu.
Wahyu mengatakan, dalam 10 tahun terakhir, BPJN Banten telah membangun konektivitas memperlancar arus barang dan jasa karena Banten ini merupakan salah satu pintu masuk bagi Pelabuhan Merak semua logistik dari Sumatera menuju ke Jawa.

Jalur Selatan Banten mulai Labuan sampai ke Cibareno sepanjang 30 kilometer.
Ditanya terkait fungsi jalur selatan Banten pada arus mudik seperti masa Lebaran, Wahyu berpendapat, jalur selatan Banten tidak terlalu signifikan untuk masa mudik. “Sebab, pemudik yang sebagian besar ada di sebelah utara lebih memilih jalur utara Banten. Apalagi, jika melalui jalur selatan, jaraknya makin jauh,” kata Wahyu. (HRZ/AN/DPR)



















