JAKARTA, LINTAS — Kementerian Perhubungan menjelaskan soal 18 trainset LRT Jabodebek yang mengalami keausan roda dan perlu dilakukan perawatan.
Akibat perbaikan roda itu, LRT Jabodebek kini hanya mengoperasikan 9 dari 18 trainset.
Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Mohamad Risal Wasal menjelaskan pihak Kemenhub hingga kini masih melakukan perbaikan dengan mengedepankan faktor keselamatan untuk LRT Jabodetabek saat beroperasi.
“Kita prinsipnya itu kan hasil evaluasi, kita perbaiki kalau ada temuan, jangan sampai ada masalah keselamatan,” ujar Risal dalam keterangan dikonfirmasi awak media, Senin (30/10/2023).
“Bukan suatu masalah, kita sedang evaluasi, mencegah supaya tidak ada permasalahan dari sisi perkeretaapian,” lanjutnya.

Kerja Sama dengan LRT Jakarta
Risal menjelaskan pihaknya juga bekerja sama dengan LRT Jakarta dan JakPro yang memiliki mesin bubut roda LRT.
LRT Jabodebek sendiri bisa memanfaatkan mesin bubut tersebut untuk memproses perbaikan roda trainset yang aus.
“Tadi saya juga ngomong ke teman-teman LRT Jakarta, JakPro. Mereka juga punya (mesin bubut), bisa dimanfaatkan kok untuk mempercepat kalau harus dibubut,” ujarnya.
Baca juga: Naik Kereta Bandara dan LRT Jabodebek ke Cibubur, Ini Waktu Tempuhnya
Risal menegaskan pihak LRT dan Jakpro harus terus fokus meningkatkan aspek keselamatan dan pelayanan dan juga jangan terburu-buru dalam memberikan dispensasi tarif LRT Jabodebek mengenai masalah keausan roda LRT ini.
“Jangan buru-buru, ini dalam rangka keselamatan. Jangan sampai ada masalah baru ada musibah. Kita perbaiki dari temuan yang ada. Ini perbaikan pelayanan yang ada,” ujarnya.
Sebelumnya Manager Humas LRT Jabodebek Kuswardoyo buka suara mengenai LRT sedang mengurangi operasional perjalanan keretanya lantaran masalah roda aus tersebut.
“Roda sebagian kereta sudah mengalami keausan yang harus dilakukan pembubutan untuk menjadikan kondisi roda menjadi sesuai dengan aturan keselamatan operasional KA,” ujarnya.

Dampak dari keausan roda tersebut jumlah perjalanan LRT Jabodebek pun dibatasi dengan waktu kedatangan dan keberangkatan dari stasiun menjadi semakin lama.
Waktu operasional kereta pun diatur untuk menyesuaikan jam sibuk dan jam non-sibuk.
Kuswardoyo juga menjelaskan pihak LRT Jabodebek sudah memesan 1.000 keping roda kepada PT INKA.
“Sehingga dengan pengurangan jumlah perjalanan mengakibatkan headway dan keberangkatan dari stasiun semakin lama jaraknya,” ujarnya. (ATO)
Baca Juga: Promo Diskon LRT Jabodebek Mampu Meningkatkan Jumlah Penumpang
























