Home Berita Jembatan Kr. Tingkeum Aceh Kembali Beroperasi, PU Bangun Proteksi Tebing

Jembatan Kr. Tingkeum Aceh Kembali Beroperasi, PU Bangun Proteksi Tebing

Share

JAKARTA, LINTAS – Jembatan Krueng (Kr.) Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Aceh, kembali beroperasi penuh sejak 20 September 2026.

Bersamaan dengan itu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun proteksi tebing sungai di sekitar jembatan untuk mengurangi risiko gerusan akibat aliran sungai.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan kembali infrastruktur pascabencana dilakukan dengan prinsip Build Back Better, sehingga fasilitas yang dipulihkan memiliki standar lebih baik dan siap menghadapi risiko bencana di kemudian hari.

“Kita tidak hanya memperbaiki, tapi membangun kembali dengan standar yang lebih kuat agar ke depan lebih tahan terhadap bencana,” kata Dody dikutip Rabu (7/10/2026.

Proteksi tebing sungai di sekitar Jembatan Kr. Tingkeum dibangun sepanjang 273 meter di sisi Banda Aceh dan 463 meter di sisi Medan.

Menjaga Kestabilan Tebing

Pekerjaan ini ditujukan untuk menjaga kestabilan tebing serta melindungi area sekitar jembatan dari gerusan yang dapat terjadi akibat perubahan aliran sungai.

Sementara itu, Duplikasi Jembatan Kr. Tingkeum yang menjadi bagian dari penanganan permanen pascabencana telah dapat digunakan sepenuhnya.

Keberadaan jembatan tersebut kembali mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang serta logistik pada Koridor Lintas Timur Aceh–Sumatera Utara.

Plt. Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Zulkarnaini mengatakan, pembangunan duplikasi jembatan dan proteksi sungai merupakan bagian dari pekerjaan permanen pada ruas jalan nasional di wilayah Bireuen dan Aceh Utara.

“Secara umum, progress penanganan darurat dan permanen berjalan sesuai rencana, termasuk pekerjaan proteksi sungai. Ada penyesuaian pada penanganan sisi Medan karena kendala sosial terkait pemanfaatan lahan,” tutur Zulkarnaini.

Duplikasi Jembatan

Menurut dia, BPJN Aceh telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bireuen dan perwakilan masyarakat terdampak untuk mendapatkan kesepakatan terkait pemanfaatan lahan yang dibutuhkan dalam pekerjaan tersebut.

Duplikasi Jembatan Kr. Tingkeum memiliki panjang 149 meter dan lebar 11 meter. Struktur atasnya menggunakan Steel I Girder (SIG) sepanjang 30 meter serta Steel Box Girder (SBG) dengan bentang 57,2 meter dan 50 meter.

Pekerjaan tersebut juga mencakup pembangunan oprit atau jalan pendekat jembatan sepanjang 150 meter di sisi Banda Aceh dan 400 meter di sisi Medan.

Dengan kembali beroperasinya jembatan dan berlangsungnya pekerjaan proteksi tebing sungai, akses pada jalur lintas timur Aceh menuju Sumatera Utara dapat terus melayani pergerakan masyarakat dan angkutan barang.

Koridor tersebut memiliki peran penting dalam konektivitas antardaerah, terutama bagi mobilitas masyarakat serta distribusi kebutuhan dan logistik antara Aceh dan Sumatera Utara. (CHI)

Oleh:

Share