JAKARTA, LINTAS — Akses darat penghubung Aceh Tengah–Nagan Raya selangkah lagi pulih. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merampungkan pemasangan Jembatan Bailey Krueng Beutong dan bersiap melakukan uji beban sebelum dibuka untuk lalu lintas.
Jembatan darurat ini dipasang di Kecamatan Beutong Ateuh Benggala, Kabupaten Nagan Raya, untuk menggantikan akses yang terputus akibat banjir bandang. Kehadirannya diharapkan mempercepat pemulihan mobilitas warga dan distribusi logistik di wilayah terdampak.



Menteri PU Dody Hanggodo, dalam keterangan tertulis, Kamis (8/1/2026), menegaskan, percepatan pemulihan akses dasar menjadi prioritas pemerintah. “Kami bergerak cepat bersama TNI dan mitra kerja agar mobilitas masyarakat dan logistik kembali berjalan aman,” ujarnya.
Jembatan Bailey sepanjang 30 meter dan lebar 4,2 meter itu dirancang menahan beban hingga 20 ton. Pemasangan dilakukan sebagai bagian dari penanganan darurat infrastruktur pada awal 2026.
Namun, jembatan belum dibuka karena masih menunggu penyelesaian pemasangan sejumlah aksesoris dan pengencangan baut sesuai standar teknis. Karena itu, uji beban belum dapat dilaksanakan.
Serimoni “Peusijuek”
BPJN Aceh menjadwalkan penyelesaian pekerjaan lanjutan pada Jumat (9/1/2026). Setelah seluruh komponen dinyatakan lengkap, uji beban akan dilakukan untuk memastikan kekuatan sambungan dan kekakuan rangka.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya telah menggelar seremoni adat Peusijuek dan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas selesainya pemasangan jembatan. Seremoni dipimpin Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan.
Jika lulus uji beban, jembatan akan dibuka secara terbatas, termasuk dengan sistem buka-tutup, guna mempercepat pemulihan konektivitas Aceh Tengah–Nagan Raya. (HRZ)
Baca Juga: Nelayan Pidie Jaya Kembali Melaut, Kementerian PU Normalisasi Sungai Krueng Meureudu




