JAKARTA, LINTAS — Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodebek rute Stasiun Dukuh Atas-Harjamukti Cibubur berhenti mendadak karena mengalami gangguan listrik.
Rangkaian kereta ringan tersebut berhenti 25 menit menjelang Stasiun Cawang, Sabtu (14/10/2023) pukul 17.02 WIB.
“Listrik di LRT mati. Kami mohon maaf kepada penumpang atas gangguan ini,” kata Train Attendant Garit kepada MajalahLintas.com.

Saat LRT tiba-tiba berhenti, sebagian lampu di dalam gerbong LRT mendadak mati dan sebagian lagi masih hidup.
Hawa panas pun mulai terasa di dalam gerbong karena AC tidak berfungsi. Sejumlah petugas LRT membuka jendela kereta agar udara bisa masuk.
Setelah berhenti sekitar 25 menit, LRT pun mulai bergerak tiba di Stasiun Cawang.
Baca juga: LRT Jabodebek Angkut 1,5 Juta Penumpang Saat Tarif Promo Rp 5.000
Terlambat 50 Menit
Di Stasiun Cawang, pengumuman memberitahukan gangguan yang berdampak pada keterlambatan LRT Jabodebek di semua rute.
“Diberitahukan kepada semua penumpang, akan ada keterlambatan perjalanan LRT Jabodebek. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” bunyi pengumuman berulang-ulang di Stasiun Cawang.
Setelah meninggalkan Stasiun Cawang, LRT kembali mandek dan berhenti selama 10 menit, sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke Harjamukti.

Pengamatan Lintas, selama terjadinya gangguan, penumpang dewasa dan anak-anak terlihat masih tenang.
Meki begitu, penumpang berharap agar gangguan seperti berhenti mendadak ini bisa segera dicarikan solusinya oleh manajemen LRT Jabodebek.
Karena keterlambatan sekitar 50 menit ini membuat perjalanan LRT Jabodebek Dukuh Atas-Harjamukti menjadi 110 menit atau hampir 2 jam berada di dalam kereta.
Padahal, perjalanan Dukuh Atas-Harjamukti biasanya hanya ditempuh dalam waktu 50 menit. (EDW)
Baca Juga: LRT Jabodebek Beroperasi dengan Tarif Rp 3.000 hingga Rp 20.000 Mulai 1 Oktober 2023

























