Home Berita Jelang Panen Raya di Wanam Merauke, Kementerian PU Siapkan Air Rawa dan Sumur

Jelang Panen Raya di Wanam Merauke, Kementerian PU Siapkan Air Rawa dan Sumur

Share

JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan sejumlah alternatif pemenuhan kebutuhan air untuk mendukung rencana panen raya perdana di Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Ketersediaan sumber air menjadi salah satu hal penting menjelang panen raya yang direncanakan berlangsung sekitar Oktober-November 2026. Salah satu alternatif yang disiapkan adalah pemanfaatan air rawa dengan estimasi volume sekitar 160.000 meter kubik.

Selain itu, Kementerian PU mempertimbangkan pemanfaatan air tanah melalui pembangunan sumur. Langkah tersebut akan didahului survei geolistrik untuk mengidentifikasi akuifer dan potensi air tanah.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pengembangan lumbung pangan di berbagai daerah merupakan bagian dari upaya Presiden Prabowo Subianto mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Sekitar Oktober-November akan ada panen raya padi di Wanam sekitar 180 hektar, (produksi) bisa sekitar 130-140 ton,” kata Dody, Selasa (29/9/2026).

Menurut Dody, pengembangan lumbung pangan di sejumlah wilayah diperlukan karena kondisi cuaca dan ketersediaan air setiap daerah berbeda. Ia menyebut Wanam menjadi salah satu kawasan yang dapat mendukung produksi pangan ketika wilayah lain menghadapi kondisi yang kurang mendukung.

Kebutuhan Air di Lahan Tanam

Lokasi panen raya perdana di Wanam memiliki luas pengolahan tanah mencapai 220 hektare, dengan luas penanaman 127 hektare. Pada lokasi tanam bagian selatan seluas 107 hektare, kebutuhan air tercatat 48.384 meter kubik, sedangkan ketersediaannya mencapai 52.410 meter kubik.

Sementara itu, lokasi bagian utara seluas 20 hektare membutuhkan 34.560 meter kubik air, tetapi ketersediaannya baru 805 meter kubik. Kondisi tersebut menyebabkan masih terdapat defisit air yang perlu dipenuhi melalui sumber alternatif.

Secara keseluruhan, pengembangan KSPEAN Wanam yang merupakan amanat Inpres Nomor 14 Tahun 2025 mencakup lahan seluas 10.000 hektare. Kawasan tersebut memiliki karakteristik hidrotopografi yang beragam, mulai dari lahan kering, semi-basah hingga rawa.

Karena itu, pengelolaan air perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing kawasan. Kementerian PU juga terus membangun jaringan irigasi rawa dan infrastruktur pengendalian banjir untuk mendukung sistem tata air di KSPEAN Wanam Hingga 25 September 2026, realisasi pembangunan infrastruktur sumber daya air (SDA) mencapai sekitar 125,6 kilometer dari total target 179,1 kilometer. (CHI)

Baca Juga: Penumpang KAI Daop 1 Jakarta Tembus 8,9 Juta, Naik 6 Persen

Oleh:

Share