Home Berita Jalan Nasional di Nias Selatan Dikhawatirkan Putus karena Abrasi

Jalan Nasional di Nias Selatan Dikhawatirkan Putus karena Abrasi

Share

HILISATARÖ, LINTAS – Jalan nasional di sepanjang pesisir di Desa Hilisatarö, Kecamatan Toma, Kabupaten Nias Selatan, terancam longsor karena abrasi. Di beberapa lokasi, sebagian badan jalan sudah mulai longsor. Diperlukan penanggulangan segera dari pemerintah pusat.

Dari pantauan Lintas, Senin (28/7/2025), di sepanjang jalan nasional di lokasi tersebut hampir sepanjang 1 kilometer sudah diberi tanggul atau tembok penahan tanah (TPT). Namun, karena kuatnya terjangan ombak, TPT jebol dan air laut terus mendesak badan jalan.

“Ini bagian jalan nasional di Pulau Nias yang perlu mendapat perhatian segera. Kami terus pantau dan membuat laporan kepada pimpinan tentang kondisi jalan ini,” ujar Berkat Telaumbanua, staf PPK 3.5 kepada Lintas, Senin.

Jalan nasional di Pulau Nias di wilayah kerja Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.5 Sumatera Utara tercatat 108 km yang terbentang dari Km 0 di Kota Gunungsitoli hingga Km 108 di Kabupaten Nias Selatan.

Untuk penanggulangan abrasi di jalan nasional ini, pembangunan TPT yang lebih permanen perlu dipertimbangkan. Selain tanggul perlu ada pengaman pantai yang melindungi tanggul berupa material seperti tetrapod untuk memecah gelombang.

Titik jalan nasional yang sudah mulai ambles di Desa Hilisatarö, Toma, Nias Selatan. | Dok. Lintas/HRZ

Bom Waktu

PPK 3.5 Sumatera Utara Theofilus Jeremia Ginting, yang dihubungi Lintas, Senin sore, mengatakan, bawah benar lokasi di wilayah kerjanya tersebut menjadi perhatian.

“Untuk sementara jalan nasional masih dalam keadaan aman. Namun, namanya abrasi, bisa saja seperti bom waktu. Karena itu, kami terus pantau dan berkoordinasi dengan instansi terkait,” ujarnya.

Baca Juga: Kampus Manufaktur Majalengka Rampung Dibangun

Pada tahun Juli 2020, seperti diberitakan Antara, jalan nasional di Desa Hilisatarö ini pernah putus. Hampir dua pertiga badan jalan longsor.

Penambangan pasir oleh warga di sepanjang pantai Hilisatarö di Nias Selatan ditengarai turut mempercepat abrasi pantai. Gundukan pasir hasil penambangan dari pantai tampak dipinggir jalan untuk siap dijual. (HRZ)

Share