JAKARTA, LINTAS – PT KAI dalam peringatan HUT ke-78,mengalokasikan investasi terbesar dalam sejarah perusahaan dengan mengakuisisi 612 kereta eksekutif dan ekonomi, 11 kereta mewah, 4 kereta panorama. Hal ini dilakukan untuk modernisasi pada kereta ekonomi untuk menciptakan Kereta Ekonomi Generasi Baru. Muaranya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh pengguna jasa transportasi kereta api.
Dari siaran pers PT KAI disebutkan, selain pengadaan kereta-kereta tersebut, KAI juga menambah 16 trainset KRL baru yang diproduksi dalam negeri oleh KAI Commuter. Sebagai bagian dari inovasi layanan dan untuk memberikan pengalaman baru kepada penumpang, KAI juga merilis kereta kompartemen dengan konsep Bima Reborn, memberikan pengalaman perjalanan yang unik kepada pelanggan dalam menikmati kereta api.
Pada 28 September 2023, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Merayakan Ulang Tahun ke-78 dengan tema ”Dengan Semangat Bersatu, Menuju KAI Baru, untuk Indonesia Maju, sekaligus menjadi tahun terpenting bagi KAI di mana pada tahun ini KAI akan menyelesaikan 2 Proyek Strategis Nasional (PSN), yaitu LRT Jabodebek dan Kereta Api Cepat Jakarta Bandung (WHOOSH).
Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan, sejumlah pelayanan tersebut juga didukung oleh digitalisasi. Salah satunya adalah implementasi Sistem Boarding Face Recognition di stasiun-stasiun kereta api.

Inovasi-inovasi ini dilakukan dengan menjaga keamanan dan kenyamanan sebagai prioritas utama. Oleh karena itu, perawatan sarana dan prasarana dikelola secara optimal dan dengan penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) untuk memastikan operasional yang handal.
”Modernisasi Balai Yasa dengan segala fasilitas perawatan sarananya (lokomotif, kereta, gerbong) serta modernisasi perawatan prasarana (jalan rel dan jembatan) dengan menghadirkan sarana Kendaraan Perawatan Jalan Rel (KPJR) baru dalam jumlah yang signifikan ditujukan untuk menunjang keselamatan operasi kereta api,” ujar Didiek.
Program Net Zero Emission
KAI juga bertekad mendukung target pemerintah dalam program nol emisi bersih dengan merancang peta jalan Environmental, Social, and Governance (ESG) serta memulai pelaksanaan penggunaan bahan bakar nabati (BBM) B30 dan proyek pembangunan panel surya di sejumlah lokasi, termasuk Stasiun Gambir, Gedung Kantor Jakarta Railway Center (JRC), Kantor LRT Jabodebek. Saat ini, dalam tahap pembangunan 40 stasiun KAI, panel surya akan dipasang baik di Jawa maupun Sumatera.
Kereta Api Indonesia berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan (stakeholder) guna meningkatkan kemampuan KAI dalam menghadapi tantangan global dan perubahan dalam bisnis, dengan mengikuti prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG). Tujuan utama adalah agar perusahaan dapat terus memberikan layanan transportasi yang berkelanjutan kepada masyarakat.
Didik juga berterima kasih kepada seluruh insan KAI yang telah terlibat dalam acara HUT KAI Ke-78 tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh insan KAI atas kontribusinya dalam rangka memajukan perusahaan dan marilah kita jadikan Hari Ulang Tahun ke-78 KAI sebagai momentum untuk memperkuat motivasi dan semangat kita untuk memberikan layanan transportasi yang terbaik bagi masyarakat dan bangsa Indonesia,” kata Didiek. (MDF)
Baca Juga: Jumlah WNA Naik Kereta Api Tumbuh 82 Persen



















