Home Berita Pembangunan Infrastruktur Terdampak Letusan Gunung Semeru Selesai

Pembangunan Infrastruktur Terdampak Letusan Gunung Semeru Selesai

Share

Jakarta, Lintas – Pembangunan infrastruktur terdampak akibat letusan Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, pada 4 Desember 2021 sudah selesai dikerjakan oleh Kementerian PUPR. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau lokasi terdampak pada Minggu-Senin (9-10/7/2023). Kedatangan Basuki juga sekaligus meninjau kerusakan akibat bencana banjir lahar dari Gunung Semeru pada Jumat (7/7/2023).

“Kami datang ke sini untuk dua hal. Pertama, melihat progres pembangunan infrastruktur terdampak letusan Gunung Semeru pada Desember 2021. Alhamdulillah sudah selesai semua, seperti jembatan, tanggul pengarah arus, hunian tetap untuk warga terdampak dan penanganan longsoran. Kedua, kami bersama pemerintah daerah melihat prasarana yang rusak akibat banjir lahar Gunung Semeru yang terjadi pada Jumat (7/7/2023). Untuk aspek konektivitas, terdapat lima jembatan yang putus yang harus segera diperbaiki,” kata Menteri Basuki.

Hunian tetap untuk warga yang terdampak letusan Gunung Semeru, 4 Desember 2021. | Dok. Kementerian PUPR

Berdasarkan koordinasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), penanganan lima jembatan yang rusak akibat bencana banjir lahar dingin dari Gunung Semeru dikerjakan secara bersama antara Kementerian PUPR dan pemerintah daerah. Dua jembatan rusak menjadi wewenang Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dua jembatan lainnya dikerjakan oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang. Adapun Jembatan Kali Glidik II yang berada di jalan nasional akan diperbaiki oleh Kementerian PUPR.

Jembatan Kali Glidik II

Pada hari Minggu, Basuki meninjau infrastruktur Jembatan Kali Glidik II di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, yang putus karena banjir lahar. Jembatan ini berada di jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang.

Jembatan ini punya fungsi vital bagi warga setempat karena menghubungkan Malang-Lumajang. Jalur lainnya harus memutar melalui Pasuruan-Probolinggo dengan jarak lebih jauh dan waktu tempuh lebih lama.

Baca Juga: Diterjang Banjir, Jembatan Kali Glidik II di Lumajang Dipasangi Jembatan Bailey

Sementara pada hari kedua, Senin, infrastruktur yang ditinjau adalah tanggul pengarah arus Besuk Kobokan, Jembatan Gladak Perak/Besuk Kobokan yang sempat putus dan sudah selesai dibangun, serta jembatan gantung Kebondeli yang juga rusak akibat terjangan banjir lahar.

Menteri Basuki mengatakan, untuk penanganan Jembatan Kali Glidik II akan dilakukan dengan mengganti jembatan lama dengan jembatan baru rangka baja secara permanen. Saat ini, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR tengah melakukan evaluasi konstruksi jembatan lama agar struktur jembatan yang baru lebih kuat.

“Jembatan permanen akan dibangun dari 2 arah dari Lumajang dan Malang sehingga lebih cepat, target selesai sekitar 4 bulan. Nanti dibangun lebih tinggi 3,5 meter,” kata Basuki.

Jembatan Kali Glidik II dibangun pada 1970 dan saat ini berumur 53 tahun. Jembatan ini memiliki total panjang 38 meter dengan lebar 6,80 meter. Bangunan atas jembatan ini berupa Gelagar Baja Permanen dan terdiri dari 3 bentang. Ambruknya jembatan ini mengakibatkan putusnya ruas jalan nasional wilayah selatan Jawa Timur yang menghubungkan Kabupaten Malang dan Lumajang.

Jembatan Kali Glidik II ambruk diterjang lahar Semeru. | Dok. PUPR
Jembatan Kali Glidik II ambruk diterjang lahar Semeru, Jumat (7/7/2023). | Dok. Kementerian PUPR

Turut mendampingi Menteri Basuki, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja, Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan, Ditjen SDA Ade Rizaldi, Direktur Pembangunan Jalan Ditjen Bina Marga Budi Harimawan, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Brantas Haeruddin C Maddi, dan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur-Bali Rakhman Taufik. (HRZ)

Baca Juga: Ambruk Kena Lahar Gunung Semeru, Jembatan Kali Glidik II Diganti Permanen

Oleh:

Share