JAKARTA, LINTAS — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan kesiapan infrastruktur strategis di Sulawesi Selatan untuk mendukung kelancaran Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), di tengah potensi cuaca ekstrem.
Menteri PU Dody Hanggodo, melalui keterangan tertulis, menegaskan kesiapsiagaan nasional tetap berjalan tanpa mengganggu layanan publik.
“Seluruh penanganan darurat terus berjalan, sekaligus memastikan infrastruktur siap melayani masyarakat pada periode Natal dan Tahun Baru,” kata Dody.
Sejalan dengan itu, Staf Ahli Menteri PU Bidang Hubungan Antarlembaga Triono Junoasmono menyatakan, seluruh personel, peralatan, dan posko disiagakan hingga puncak Natal dan Tahun Baru berakhir.
“Kami memastikan jalan nasional, jalan tol, sumber daya air, dan prasarana strategis siap dan aman,” ujarnya saat kunjungan kerja reses Komisi V DPR di Makassar, Minggu (14/12/2025).

Siagakan Peralatan
Saat ini panjang jalan nasional di Sulawesi Selatan mencapai 1.739,2 kilometer dengan tingkat kemantapan 97,78 persen. Untuk mendukung kelancaran arus, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan menyiagakan 74 unit peralatan. Selain itu, tiga set jembatan Bailey sepanjang 78 meter dan satu Jembatan Aramco sepanjang 48 meter disiapkan untuk kondisi darurat.
Sebanyak 14 dari 17 posko Nataru telah beroperasi. Fasilitasnya meliputi area istirahat, mushala, toilet, dan peralatan keselamatan kerja. Penanganan titik rawan genangan juga diprioritaskan, terutama di Makassar dan Kabupaten Maros, melalui koordinasi BBWS Pompengan Jeneberang dan badan usaha jalan tol.
Di sektor jalan tol, dua ruas sepanjang 24,85 kilometer, yakni Jalan Tol Ujung Pandang Seksi 1–3 dan Makassar Seksi IV, dinyatakan siap. Operator jalan tol menambah petugas, mobile reader, kartu uang elektronik, serta memperkuat sistem drainase dan pompa untuk menghadapi hujan ekstrem.
Sementara itu, pada sektor sumber daya air, BBWS Pompengan Jeneberang menyiagakan posko bencana di seluruh wilayah sungai utama. Alat berat, pompa, perahu, serta material darurat seperti bronjong dan geobag siap dimobilisasi.
Wakil Ketua Komisi V DPR Andi Iwan Darmawan Aras mengapresiasi kesiapan Kementerian PU. Ia mengingatkan agar layanan laik operasi menjadi perhatian utama. “Persiapan ini rutin dilakukan setiap tahun. Pastikan tidak terulang masalah seperti sebelumnya,” ujarnya. (HRZ)
Baca Juga: 35 Ribu Armada Disiagakan untuk Layani Perjalanan Nataru 2025/2026





