JAKARTA, LINTAS – Pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang terus dikebut melalui kolaborasi lintas BUMN Karya.
Salah satu perusahaan yang terlibat aktif adalah PT Hutama Karya (Persero), yang hingga saat ini telah menyelesaikan pembangunan 198 unit dari total 600 unit Huntara yang direncanakan pemerintah.
Direktur Operasional II Hutama Karya, Gunadi, dikutip dari web Hutama Karya, Rabu (7/1/2026) menjelaskan bahwa pembangunan Huntara tidak hanya berfokus pada kecepatan konstruksi, tetapi juga pada aspek kenyamanan dan kelayakan huni.
“Pembangunan Huntara ini kami rancang untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat terdampak agar dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari selama masa pemulihan,” ujar Gunadi.
Segera Dimanfaatkan Masyarakat
Pembangunan Huntara tersebut telah dimulai sejak Rabu (24/12/2025) dan akan terus dilanjutkan secara bertahap sesuai target yang telah ditetapkan. Seluruh paket pekerjaan fisik, termasuk unit-unit Huntara lainnya, dikerjakan secara berkelanjutan guna memastikan hunian transisi dapat segera dimanfaatkan masyarakat terdampak.
Huntara ini berlokasi di Jalan Banda Aceh–Medan, Kebun Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Hunian sementara tersebut disiapkan sebagai tempat tinggal transisi bagi warga selama masa pemulihan dan telah memenuhi standar minimum Huntara yang ditetapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Selain unit hunian, kawasan Huntara juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung aktivitas warga, seperti fasilitas sanitasi dan toilet, dapur umum, ketersediaan air bersih, konektivitas internet, mushola, serta prasarana akses internal kawasan.
Keberadaan fasilitas komunal tersebut dinilai penting untuk menjaga kebersihan lingkungan, memenuhi kebutuhan ibadah dan memasak, sekaligus mendukung penataan aktivitas warga di area hunian sementara.
Usung Konsep Pembangunan Modular
Menurut Gunadi, Hutama Karya bersama BUMN Karya lainnya mengusung konsep pembangunan modular dalam proyek Huntara ini. Konsep tersebut memungkinkan proses konstruksi berjalan lebih cepat tanpa mengesampingkan kualitas bangunan.
“Dengan sistem modular, kami memastikan pembangunan dapat dilakukan secara efisien dan tepat waktu, sekaligus tetap memenuhi standar kualitas hunian yang layak,” jelasnya. (CHI)
Baca Juga: Huntara Aceh Tamiang Dipercepat, 84 KK Segera Huni Hunian Sementara





