JAKARTA, LINTAS — Pemerintah mengebut penyediaan hunian sementara bagi warga terdampak bencana di Aceh. Targetnya jelas, tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di tenda saat Ramadhan.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, melalui keterangan tertulis, mengatakan, percepatan pembangunan huntara menjadi prioritas utama penanganan pascabencana. Fokusnya bukan hanya bangunan, tetapi juga kenyamanan warga.
“Kita dorong secepat-cepatnya agar segera selesai. Harapannya, saat Ramadhan nol warga yang tinggal di tenda,” kata Dody saat meninjau huntara di Aceh Tamiang.
Saat ini, pembangunan huntara di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, telah mencapai progres 98,75 persen. Fasilitas tersebut ditargetkan segera dihuni warga.
Huntara dibangun dengan metode konstruksi modular menggunakan sistem Modular Lite tanpa alat berat. Skema ini memungkinkan pekerjaan berlangsung cepat di tengah kondisi pascabencana.
Pembangunan tersebut masuk dalam paket Penanganan Keadaan Darurat Pascabencana Aceh 1. Model modular dipilih agar hunian dapat segera difungsikan.

Secara teknis, Huntara Aceh Tamiang berdiri di atas lahan 5.427 meter persegi. Total luas bangunan mencapai 2.052 meter persegi.
Sebanyak tujuh blok hunian dibangun dengan 114 modul. Huntara ini menampung 84 kepala keluarga atau sekitar 336 jiwa.
Selain unit hunian, kawasan dilengkapi 42 unit MCK, mushola, area komunal, area jemur, genset, dan toren air. Pasokan air bersih berasal dari sumur bor dan tandon, sementara pengolahan limbah menggunakan sistem biotek. Listrik disuplai dari PLN.
Menurut Dody, percepatan huntara sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Penanganan pascabencana harus memastikan rasa aman dan ketenangan masyarakat.
“Itu sudah menjadi arahan Bapak Presiden. Kita ingin masyarakat, khususnya di Aceh dan Sumatera Barat, bisa beribadah Ramadan dengan lebih tenang,” ujar Dody.
Pemerintah berharap keberadaan huntara dapat menjadi jembatan pemulihan sosial sebelum warga menempati hunian tetap. (HRZ)
Baca Juga: Menteri PU Tinjau TPA dan IPLT Pascabencana di Aceh Tamiang





