Home Berita Gedung Auditorium dan Entrepreneurship Terpadu UB Diresmikan

Gedung Auditorium dan Entrepreneurship Terpadu UB Diresmikan

Share

JAKARTA, LINTAS – Gedung Auditorium Brawijaya dan Gedung Entrepreneurship Terpadu Universitas Brawijaya (UB) diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Minggu (18/2/2024), di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur.

“Kami harap kontribusi kecil ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk kemajuan Universitas Brawijaya, yang alumninya sudah banyak yang bekerja di PUPR juga,” kata Basuki dikutip dari rilis pers yang diterima Lintas, Senin (19/2/2024).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Rektor Universitas Brawijaya Widodo menggunting pita peresmian Gedung Auditorium dan Enterpreunership Terpadu Universitas Brawijaya, Minggu (18/2/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Basuki didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah, Sekretaris Direktorat Jenderal Cipta Karya Riono Suprapto, Kepala BPPW Jawa Timur Muhammad Reva, dan Direktur Utama PT Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur Muhammad Reva menjelaskan, pembangunan Gedung Auditorium Brawijaya dilaksanakan pada Oktober 2021 hingga April 2023 dengan nilai kontrak Rp 140,367 miliar.

Auditorium berkapasitas 800 orang di Universitas Brawijaya. | Dok. Kementerian PUPR

“Fungsi utama Gedung Auditorium Brawijaya adalah untuk penyelenggaraan berbagai kegiatan dengan kapasitas 800 orang. Auditorium dilengkapi dengan kursi teleskopik, lighting system, sound system yang sudah memadai serta sudah dilengkapi panel akustik sehingga lebih kedap suara. Dalam gedung ini juga sudah ada ruang parkir,” kata Reva.

Gedung Auditorium Brawijaya memiliki luas bangunan 9.579 meter persegi. Gedung ini berkonsep arsitektur modern yang mengangkat kearifan lokal arsitektur Majapahit sehingga tampilan bangunan didominasi batu bata ekspose sehingga homogen dengan konsep desain kawasan Universitas Brawijaya.

Adapun pembangunan Gedung Entrepreneurship Terpadu yang dilakukan sebanyak 6 lantai seluas 4.194 meter peregi pada lantai 5 hingga lantai 10. Sehingga luas total bangunannya menjadi 7.294 meter persegi.

“Pembangunan sebelumnya baru mencapai lantai 4, lalu  dilanjutkan mulai lantai 5 hingga 10 sehingga gedung ini dapat berfungsi sebagaimana yang direncanakan. Gedung ini untuk mewadahi beragam kegiatan pada laboratorium penelitian,” ujarnya.

Rektor Universitas Brawijaya Widodo mengatakan, Universitas Brawijaya berjanji akan memanfaatkan kedua gedung ini dengan sebaik-baiknya. Tidak hanya untuk perkuliahan sehari-hari saja, tetapi juga sebagai sarana entrepreneurship dan laboratorium untuk riset skala internasional.

“Terima kasih kepada Menteri PUPR beserta jajaran atas budi baiknya sehingga gedung ini menjadi salah satu tonggak Universitas Brawijaya serta motivasi bagi kita semua untuk meningkatkan proses pendidikan demi generasi muda ke depan,” ujar Widodo. (HRZ)

Baca Juga: Gedung Kampus Universitas NU  9 Lantai Diresmikan Presiden Jokowi

Oleh:

Share