DEMAK, KOMPAS — Warga pemilih di Sepuluh desa di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terpaksa mengikuti pemilu susulan karena wilayah mereka masih dilanda banjir hingga Selasa (13/2/2024).
Kesepuluh desa yang terdampak banjir itu adalah Desa Wonoketingal, Cangkring Rembang, Cangkring, Undaan Kidul, Undaan Lor, Ngemplik Wetan, Wonorejo, Karanganyar, Ketanjung, dan Jatirejo.
Hingga Selasa, warga yang terdampak banjir masih berada di tempat pengungsian.
Pada Senin, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau tanggul Sungai Wulan yang jebol dan mengakibatkan banjir. Basuki menjelaskan, pihaknya akan segera memperbaiki tanggul yang jebol dalam waktu tiga hari.
Dari sejumlah pemberitaan diketahui, pada 10 desa yang terdampak banjir sebanyak 27.669 pemilih terpaksa harus mengikuti pemilu susulan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13.888 merupakan pemilih laki-laki dan sebanyak 13.781 merupakan pemilih perempuan.
Ketua Komisi Pemilihan Umum Demak Siti Ulfaat mengatakan, “Dari jumlah tersebut, sebanyak 13.888 merupakan pemilih laki-laki dan sebanyak 13.781 merupakan pemilih perempuan,” kata Siti.
Alasan penundaannya karena TPS-TPS tersebut rata-rata terendam dengan ketinggian air mencapai 3 meter. “Selain itu, posisi para pemilih dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) tersebar sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan relokasi,” ucap Siti.
Sesuai regulasi yang ada, penundaan pemungutan suara boleh dilakukan dengan catatan memenuhi syarat-syarat tertentu. Sebanyak 10 desa itu memenuhi syarat penundaan karena alasan dilanda bencana alam. Alasan penundaannya karena TPS-TPS tersebut rata-rata terendam dengan ketinggian air mencapai 3 meter.
Baca juga: Setelah Tanggul Jebol, Sungai Wulan di Demak Segera Dinormalisasi



















