Home Berita Desa Terdampak Terparah di Aceh Tamiang Mulai Pulih

Desa Terdampak Terparah di Aceh Tamiang Mulai Pulih

Share

JAKARTA, LINTAS — Pemerintah memastikan penanganan pascabencana menjangkau desa terdampak paling parah di Aceh Tamiang. Salah satunya Desa Landuh, Kecamatan Rantau, yang mulai pulih setelah pembersihan lumpur dipercepat.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau langsung Desa Landuh pascabanjir bandang yang terjadi pada 27 November 2025. Ia menyusuri kawasan permukiman yang sempat tertutup lumpur setinggi pinggang dan melumpuhkan aktivitas warga.

Kunjungan dilakukan tanpa protokoler ketat. Menteri Dody bahkan membonceng sepeda motor untuk menjangkau titik-titik yang sulit dilalui kendaraan.

Warga menyambut kehadiran tersebut dengan antusias. Menurut mereka, kunjungan itu menjadi yang pertama dari pejabat negara sejak bencana melanda desa.

Menteri Dody melalui keterangan tertulis menegaskan, pembersihan fasilitas umum dan jalan lingkungan menjadi prioritas utama agar kehidupan sosial dan ekonomi warga kembali berjalan.

“Kita ingin memastikan masyarakat terdampak bencana tidak berlama-lama berada dalam kondisi sulit,” ujar Dody.

Bisa Dilalui

Usai berdialog dengan warga, Menteri Dody langsung memerintahkan unit teknis Kementerian PU mengerahkan alat berat. Fokus pembersihan diarahkan ke jalan lingkungan yang menjadi akses utama aktivitas warga.

Selanjutnya, pada Selasa (20/1/2026), Menteri Dody kembali ke Desa Landuh untuk memastikan tindak lanjut berjalan. Hasilnya, sejumlah ruas jalan yang sebelumnya tertutup lumpur kini sudah bisa dilalui.

Kepala Desa Landuh Helmi menyebut perubahan itu langsung dirasakan warga. Aktivitas harian mulai pulih dan pergerakan ekonomi perlahan kembali hidup.

“Sekarang warga sudah bisa beraktivitas, anak-anak bisa melintas, dan kegiatan ekonomi mulai hidup lagi,” kata Helmi.

Pemerintah menegaskan, penanganan pascabencana tidak berhenti pada respons awal. Pemulihan akan terus dilanjutkan hingga masyarakat benar-benar kembali hidup normal, sejalan dengan semangat Astacita memperkuat kehadiran negara di wilayah terdampak.

“Kita hadapi ini bersama. Negara tidak akan meninggalkan bapak-bapak,” ujar Dody kepada warga. (HRZ)

Baca Juga: Penanggulangan Bencana di Aceh Masuki Tahap Rekonstruksi

Oleh:

Share