Home Fitur Bus Transjakarta Koridor 10, Penghubung Utara dan Timur

Bus Transjakarta Koridor 10, Penghubung Utara dan Timur

Share

Mereka yang memiliki tempat tinggal atau tempat bekerja di daerah Jakarta Utara pasti sudah familiar dengan bus Transjakarta Koridor 10.

Koridor ini melengkapi sistem Bus Rapid Transit (BRT) di Jakarta yang menghubungkan Tanjung Priok di Jakarta Utara hingga PGC 2 di Jakarta Timur.

Salah satu keunikan jalur bus Transjakarta dengan panjang 19,4 kilometer ini rutenya yang lurus, menyusuri Jalan Enggano, Jalan Yos Sudarso, Jalan Ahmad Yani, Jalan Mayjen DI Panjaitan, dan Jalan Mayjen Sutoyo.

Seperti juga koridornya lainnya, Koridor 10 ini menjadi andalan pengangkutan penumpang yang cukup padat dan ramai. Di pagi hari saat berangkat kerja, sumpek-sumpekan sudah merupakan pemandangan yang biasa. Akan tetapi, kondisi ini kelihatannya sudah tidak menjadi masalah bagi setiap penumpang. Penyejuk udara dalam setiap bus Transjakarta membuat nyaman seluruh penumpang, meskipun harus berdiri.

Baca Juga: Transjakarta Koridor 9: Rute Terpanjang Pinang Ranti-Pluit

Penumpang Prioritas

Bagi perempuan hamil, pembawa anak kecil, para penyandang disabilitas, serta orangtua, tidak perlu khawatir. Dalam bus Transjakarta, penumpang selalu diingatkan oleh petugas agar memberi tempat duduk bagi mereka yang membutuhkan.

Di Koridor 10 Transjakarta memiliki halte di Tanjung Prio, Enggano, Permai Koja, Wali Kota Jakarta Utara, Plumpang Pertamina, Sunter Kelapa Gading, Yos Sudarso Kodamar, Cempaka Mas 2, Cempaka Putih, Pulomas Bypass, Kayu Putih Rawasari, Pemuda Pramuka, Utan Kayu Rawamangun, Ahmad Yani Bea Cukai, Flyover Jatinegara, Pedati Prumpung, Cipinang Kebon Nanas, Penas Kalimalang, Cawang Sutoyo, Cawang UKI, BKN, PGC.

Pengamatan Lintas yang sempat menjajal Koridor 10 ini pada awal Agustus 2023, Halte yang cukup ramai adalah Halte Cawang UKI.

Seorang penumpang, Ruika (29), kepada Lintas mengatakan bahwa dirinya rutin menaiki bus Transjakarta Koridor 10. “Kantor saya di BKN. Saya naik dari Halte Cempaka Putih. Saran saya agar halte-halte yang sudah mulai usang perlu direvitalisasi kembali,” kata Ruika.

Ruika juga berharap Transjakarta dan pihak terkait lainya terus memantau dan meningkatkan layanan, terutama kondisi penyejuk udara yang terkadang terasa panas.

Penelusuran Lintas, Koridor 10 terintegrasi dengan layanan KRL Blue Line di Halte Stasiun Jatinegara 1, dan Pink Line di Halte Tanjung Priok.

Tarif perjalanan di Transjakarta Koridor 10 mengikuti tarif yang berlaku untuk seluruh jaringan Transjakarta. Penumpang dapat membayar menggunakan kartu e-money dan sejenis lainya.

Koridor 10 ini diresmikan bersamaan dengan Koridor 9 pada 31 Desember 2010 oleh Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, sebagai bagian dari persiapan untuk pesta olahraga asia tenggara 2011. (MDF)

Baca Juga: Halte Velbak nan Menawan di Koridor 13

Share

Foto Pilihan Lainnya