Home Berita Banjir dan Longsor Landa Aceh, Akses Jalan Nasional Terganggu, PJN I Aceh Lakukan Penanganan Cepat

Banjir dan Longsor Landa Aceh, Akses Jalan Nasional Terganggu, PJN I Aceh Lakukan Penanganan Cepat

Share

ACEH, LINTAS— Curah hujan dengan intensitas tinggi sejak 18 November hingga 26 November 2025 telah memicu terjadinya banjir, tanah longsor, serta kerusakan jembatan di sejumlah titik pada ruas jalan nasional di Provinsi Aceh. Dampak bencana ini menyebabkan gangguan lalu lintas di berbagai lokasi, terutama di wilayah kerja Satuan Kerja PJN I Aceh.

Berdasarkan data yang dihimpun, beberapa ruas jalan nasional mengalami genangan banjir di kawasan Padang Tiji Km 90 pada Ruas Lambaro–Batas Kota Sigli, Km 198 dan Km 207 pada Ruas Bts. Pidie Jaya/Bireuen–Kota Bireuen, serta sejumlah titik lain di wilayah Cot Ijue, Matang Glp Dua Km 230, Jalan Elak Bukit Rata, Jalan Blang Panyang Muara Dua, hingga Kota Lhokseumawe.

Selain itu, banjir juga melanda kawasan Lhoksukon Km 300 dan Panton Labu Km 328, serta wilayah Peureulak Km 392, Sungai Raya Km 380, dan Kota Langsa Km 440.

Tidak hanya banjir, bencana longsor turut terjadi pada Ruas Kota Kuala Simpang–Batas Provinsi Sumut, tepatnya di Kejuruan Muda kawasan Bukit Seumadam Km 470, di mana material longsor menutupi badan jalan sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.

Jembatan Krueng Meureudu

Sementara itu, kerusakan paling signifikan terjadi pada Jembatan Krueng Meureudu, yang mengalami pergeseran pada abutment akibat banjir besar hingga menyebabkan terputusnya akses lalu lintas pada Ruas Meureudu–Batas Pidie Jaya/Bireuen.

Kepala Satker PJN I Aceh, Riski Anugrah, kepada Lintas pada Kamis (27/11/2025) menjelaskan bahwa meskipun sebagian besar badan jalan nasional di wilayah kerjanya masih dalam kondisi baik dan aman, beberapa titik masih tergenang air sehingga belum dapat dilalui kendaraan.

Ia menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah penanganan darurat sejak hari pertama bencana terjadi. “Kami langsung melakukan koordinasi lintas instansi dengan Satlantas, Polsek, dan BPBD setempat untuk memastikan keselamatan pengguna jalan. Jalan yang tidak dapat dilalui sementara kami tutup untuk menghindari risiko tambahan,” ujarnya.

Riski juga menyampaikan bahwa BPJN Aceh telah mendirikan Posko Penanggulangan Bencana yang berlokasi di Jalan Banda Aceh–Medan, Beureunuen, sebagai pusat koordinasi penanganan.

Pemasangan Jembatan Darurat

Selain itu, Tim PJN I Aceh telah membersihkan sisa pohon tumbang, material longsor, memasang rambu peringatan, serta menyiapkan jalur alternatif melalui jalan provinsi untuk mengakomodasi terhentinya akses akibat kerusakan Jembatan Krueng Meureudu.

“Upaya pemasangan jembatan darurat sedang kami lakukan untuk mempercepat pemulihan konektivitas,” tambahnya.

Untuk jangka panjang, Satker PJN I Aceh telah mengusulkan penanganan permanen berupa perbaikan struktur pada titik-titik longsoran, baik longsoran tebing maupun lereng, serta mengganti jembatan yang terdampak banjir. Riski menegaskan bahwa penanganan ini menjadi prioritas agar kejadian serupa dapat diantisipasi ke depannya dan agar jaringan jalan nasional di Aceh tetap berfungsi optimal.

“Kami memastikan seluruh langkah, baik darurat maupun permanen, dilakukan secara terukur demi menjaga kelancaran mobilitas masyarakat,” tuturnya. (ROY/SAF)

Baca Juga: PU Percepat Perbaikan Tata Kelola Infrastruktur

Oleh:

Share