Home Berita Bali Diserbu Wisatawan Saat Libur Nataru, Extra Flight Capai 267 Penerbangan

Bali Diserbu Wisatawan Saat Libur Nataru, Extra Flight Capai 267 Penerbangan

Share

JAKARTA, LINTAS – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan memastikan penyelenggaraan angkutan udara selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), khususnya penerbangan dari dan menuju Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Bali, berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kepastian tersebut disampaikan berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi terhadap data operasional penerbangan, pergerakan penumpang, serta kesiapan fasilitas dan personel pendukung di bandara selama periode libur akhir tahun.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengungkapkan bahwa tingginya permintaan perjalanan udara masyarakat selama Nataru mampu diimbangi dengan ketersediaan kapasitas penerbangan yang memadai.

Tercatat, jumlah pergerakan penumpang harian mencapai 82.445 penumpang, meningkat dibandingkan periode Nataru 2024/2025 yang tercatat sebanyak 81.500 penumpang.

“Kami memastikan layanan angkutan udara selama periode Nataru, termasuk dari dan ke Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai–Bali, berjalan dengan baik, aman, dan lancar. Tingkat keterisian penumpang berada pada level tinggi, dan maskapai telah merealisasikan penambahan penerbangan atau extra flight untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat,” ujar Lukman dalam keterangannya.

Suasana di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai–Bali. |Dok/BKIP Kemenhub.

267 Extra Flight

Ditjen Hubud mencatat, selama periode 18 hingga 29 Desember 2025, telah diterbitkan 285 izin terbang (flight approval) untuk penerbangan tambahan dari dan ke Bandara I Gusti Ngurah Rai. Dari jumlah tersebut, sebanyak 267 penerbangan telah terealisasi, menunjukkan tingkat realisasi yang tinggi serta kesiapan operasional maskapai dalam mendukung mobilitas masyarakat selama libur Nataru.

Tingkat keterisian penumpang (load factor) pada sejumlah rute utama domestik juga tercatat tinggi. Salah satunya pada rute Jakarta (CGK)–Denpasar (DPS) yang mencatat rata-rata load factor mencapai 94 persen, dengan keterisian kelas bisnis sebesar 83 persen dan kelas ekonomi 94 persen. Pada rute ini, maskapai telah merealisasikan 71 penerbangan tambahan.

Tingginya tingkat keterisian tersebut mencerminkan optimalnya pemanfaatan kapasitas kursi yang disediakan maskapai, sekaligus menunjukkan besarnya minat masyarakat untuk bepergian ke Bali selama periode libur akhir tahun.

Dari sisi frekuensi, jumlah penerbangan rute CGK–DPS tetap terjaga pada kisaran 32 hingga 45 penerbangan per hari, dengan penyesuaian operasional yang lazim terjadi pada masa libur panjang.

Adapun kinerja operasional Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai selama periode Nataru tercatat sebagai berikut:

  • Pergerakan pesawat harian mencapai 467 penerbangan, tumbuh 10,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kumulatif pada periode 18–28 Desember 2025, tercatat 4.787 penerbangan, atau tumbuh 2,93 persen.
  • Pergerakan penumpang harian mencapai 82.445 penumpang, dengan total kumulatif 768.949 penumpang selama periode 18–28 Desember 2025.
  • Realisasi extra flight kumulatif sebanyak 267 penerbangan.
  • On Time Performance (OTP) kumulatif sebesar 67,48 persen, dengan load factor kumulatif 74,05 persen.

Faktor Eksternal

Ditjen Hubud juga mencermati sejumlah faktor eksternal yang memengaruhi dinamika kunjungan wisatawan ke Bali, seperti kondisi cuaca, genangan air akibat curah hujan tinggi, serta penanganan sampah di beberapa wilayah.

Meski demikian, Lukman menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak berdampak terhadap aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.

“Kami menegaskan bahwa seluruh aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Pengawasan operasional terus kami lakukan, termasuk melalui kegiatan ramp check dan pengawasan tarif, agar layanan angkutan udara selama Nataru berjalan aman dan lancar,” tegasnya.

Menutup keterangannya, Lukman memastikan bahwa kebutuhan armada udara selama periode Nataru 2025/2026 telah terpenuhi, operasional penerbangan berjalan normal, serta koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terus dilakukan hingga berakhirnya masa libur.

“Pemerintah berkomitmen memberikan layanan transportasi udara yang selamat, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” tuturnya. (CHI)

Baca Juga: Hadapi Arus Nataru di Lintasan Gilimanuk–Ketapang, ASDP Siapkan Armada dan Pola Operasi

Oleh:

Share