Home Berita Atasi Macet di Pantura, Kepala Satker PJN 1 Jawa Tengah Siapkan Dua Jalan Alternatif

Atasi Macet di Pantura, Kepala Satker PJN 1 Jawa Tengah Siapkan Dua Jalan Alternatif

Share

Semarang, Lintas – Satuan Kerja PJN 1 Provinsi Jawa Tengah menyiapkan dua jalan alternatif untuk mengatasi potensi kemacetan di jalur pantura. Kedua jalan alternatif itu adalah  Jalan Lingkar Brebes dan Jalan Tol Trans-Jawa

Kepala Satker Jawa Tengah M. Syidik Hidayat, ST, M.Eng menyatakan ini kepada tim Liputan Mudik Lebaran 2023 Majalah Lintas, Rabu (29/3/2023).

“Potensi kemacetan, antara lain terjadi di tiga jembatan callender hamilton atau CH yang sedang dalam perbaikan. Dua ada di Pajagan-Prupuk dan satu ada di Pemali-Brebes. Jembatan CH di Pemali-Brebes sudah hampir selesai,” ujar Syidik.

Untuk mengantasipasi kemacetan ini, pihak Satker PJN 1 Jawa Tengah mengarahkan pemudik untuk melalui jalan alternatif.

“Pemudik bisa menghindari jembatan CH ini dengan melalui jalan alternatif, yakni Jalan Lingkar Brebes-Tegal. Kemudian, satu lagi jalan alternatif yakni jalan tol Pejagan Brebes,” ujarnya.

Kesiapan

Ditanya soal kesiapan hadapi masa mudik Lebaran 2023, Syidik mengatakan, saat ini kesiapan jalan nasional mencapai 80 persen. “Jadi, untuk tugas-tugas di jalan yang belum mantap kami sudah atasi sedikit demi sedikit. Sekarang, kita ada 3 titik sisa  rekonstruksi. Di Pantura  itu bisa kita selesaikan sebelum lebaran H-10,” ujarnya.

Syidik menambahkan, setidaknya ada 3 titik fokus upaya pemantapan jalan dari ujung barat, yakni di Tegal di Km 140 dan 145. Menurut Syidik, target pengerjaan di ruas ini mencapai 42 km. Tersisa 4 km lagi. Kemudian ruas Pemalang-Pekalongan target sekitar 4 km. Tersisa 300 meter lagi.

Kepala Satker Jawa Tengah M. Syidik Hidayat, ST., M.Eng. saat diwawancarai Pemimpin Umum Majalah Lintas Paul Ames Halomoan Siahaan, Rabu (29/3/2023). | Majalah Lintas/Agustinus Mendröfa

“Untuk ruas Weleri-Semarang, target kami selesai sebelum Lebaran sepanjang 240 meter. Sudah dapat 1 lajur sepanjang 250 meter kira-kira sebentar lagi akan mencapai target,” ujar Syidik.

Mengantisipasi Banjir

Selain kemacetan, kata Syidik, juga ada potensi bencana banjir. Banjir yang terjadi di kawasan ini bukan karena saluran, tetapi banjir kawasan.

“Rata-rata banjir di wilayah kami karena banjir kawasan. Masalahnya memang lebih besar daripada yang kami duga.  Akan tetapi, sebenarnya cuman lewat saja. Sebab, bukan banjir yang mengenang karena drainase buruk. Drainase kami tetap dalam kondisi bagus. Cuman permasalahanya drainase kita itu drainase jalan, bukan drainase kawasan.  Jadi, kalau dengan debit air kawasan itu pasti akan meluber,” kata Syidik.

Guna mengatasi banjir kawasan ini, kata Syidik, pihaknya telah mengajukan program pembangunan gorong-gorong di sejumlah lokasi. Termasuk mengajukan pembuatan jembatan untuk gorong-gorong yang tidak bisa menampung debit air yang terus bertambah.

Syidik mengimbau, para pemudik supaya bisa menggunakan jalan dengan fungsinya, serta bertanggung jawab bersama untuk menjaga jalan yang ada. Masyarakat atau pemudik yang membutuhkan inforarmasi atau butuh bantuan, bisa segera menghubungi Satker Jawa Tengah melalui posko yang ada  di call center nomor: 0822-8885-8884. (C01)

Baca Juga:

Oleh:

Share