Home Berita Antisipasi Bandara YIA Terendam, BBWS Serayu Opak Bangun Pengendali Banjir

Antisipasi Bandara YIA Terendam, BBWS Serayu Opak Bangun Pengendali Banjir

Share

Yogyakarta, Lintas – Sejumlah upaya dilakukan untuk mengurangi risiko Yogyakarta International Airport (YIA) terendam banjir. Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak membangun pengendali banjir. Prasarana pengendali banjir itu dilakukan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Bogowonto dan Serang.

Menurut PPK Sungai dan Pantai 2 BBWS Serayu Opak Sungai Pantai II Sony Santoso, dukungan infrastruktur dilakukan secara terpadu. Hal itu mulai dari perbaikan/normalisasi badan sungai, peningkatan kapasitas sungai, hingga pembangunan sistem drainase. Termasuk membangun sodetan, kolam retensi, pengadaan pompa banjir, bangunan penahan penampung air sepanjang sungai (longstorage). “Akhir tahun ini ditargetkan selesai,” kata Sony, di Yogyakarta, Kamis, 6 Juli 2023, dikutip dari rilis Rabu (12/7/2023).

Material berupa cetakan beton tetrapod dipasang untuk mencegah abrasi pantai atau DAS serta bangunan dermaga. | Dok. Kementerian PUPR

Kementerian PUPR terus mempercepat pembangunan infrastruktur pengendali banjir Bandara YIA di Kabupaten Kulon Progo. Pembangunan itu dalam rangka mendukung kegiatan pariwisata pada Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Sementara itu, dikatakan Sony, pembangunan pengendali banjir Bandara YIA dibagi menjadi empat paket pekerjaan yang dilaksanakan sejak 2020 hingga 2023. Pertama, Pembangunan Pengaman Muara Sungai Bogowonto Sisi Barat. Pekerjaan ini dilaksanakan kontraktor PT Bumi Karsa-Abipraya, KSO dengan nilai kontrak Rp 428 miliar.

“Lingkup pekerjaannya berupa pembangunan jetty sepanjang 306 meter dan tanggul sungai 322 meter. Progres saat ini (hingga 6 Juli 2023) sudah sebesar 99 persen. Saat ini tinggal merapikan penataan lanskapnya,” kata Sony.

Pembangunan pengaman muara Sungai Bogowonto sisi barat dengan pembangunan jetty. | Dok. Kementerian PUPR

Adapun jetty adalah bangunan tegak lurus pantai, menjorok ke laut, di mana kapal dapat merapat di kedua sisinya. Jetty juga berfungsi melindungi pelabuhan atau daerah pantai dari gelombang yang diciptakan oleh kapal, angin, atau arus air. Sepanjang bangunan jetty dipasangi beton cetakan tetrapod.

Selanjutnya, paket kedua, yakni Pembangunan Pengaman Muara Sungai Bogowonto Sisi Timur. Ini dikerjakan kontraktor WIKA-ADP KSO dengan nilai kontrak Rp 413 miliar.

“Lingkup pekerjaannya berupa pembangunan jetty sepanjang 306 meter. Lalu tanggul sungai 258 meter, dengan progres saat hingga 6 Juli 2023, sudah mencapai 99 persen,” ujar Sony.

Membangun “Long Storage”

Adapun paket ketiga, yakni Pembangunan Prasarana Pengendali banjir Sungai Bogowonto. Paket ini dikerjakan PT Brantas Abipraya dengan nilai kontrak Rp 360 miliar.

“Lingkup pekerjaan, yakni peningkatan kapasitas sungai, pekerjaan long storage. Lalu perkuatan tebing atau revetment, kolam retensi dan pengadaan pompa banjir, dengan progres konstruksi sebesar 77 persen,” ungkap Sony.

Long storage merupakan bangunan penampung air yang berbentuk memanjang. Bangunan ini berfungsi menyimpan luapan aliran permukaan dan curah hujan sebagai sumber irigasi suplementer pada musim kemarau.

Beton-beton cetakan berbentuk tetrapod dipasang disepanjang jetty di muara sungai. | Dok. Kementerian PUPR

Terakhir, paket keempat, yakni Pembangunan Prasarana Pengendali Banjir Sungai Serang. Paket ini dilaksanakan kontraktor PT. Pembangunan Perumahan dengan nilai kontrak Rp 295 miliar.

“Lingkup pekerjaan paket keempat di antaranya pekerjaan Peningkatan Kapasitas Sungai, long storage. Kemudian perkuatan tebing atau revetment, kolam retensi, dan pompa, dengan progres konstruksi sebesar 87 persen,” kata Sony.

Penyebab Banjir

Risiko banjir Bandara YIA disebabkan kapasitas saluran drainase di kawasan bandara tidak mampu menampung debit banjir Sungai Bogowonto dan Serang. Terdapat dua langkah penanganan oleh BBWS Serayu Opak, yakni pembangunan sistem drainase dan pengendalian debit sungai.

Pengendalian banjir pada Sungai bogowonto dan Sungai Serang dilaksanakan dengan menggunakan sistem drainase. Lalu dengan kolam retensi, stasiun pompa, dan jetty untuk pembukaan muara sungai.

Sistem pengendalian banjir dibagi menjadi 3, yaitu sistem barat, timur, dan Selatan. Sistem Barat meliputi peningkatan kapasitas sungai Bogowonto Hilir, Kolam Retensi dan Long storage lereng. Termasuk normalisasi Sungai Deres, Long storage Carik Barat dengan pompa banjir.

Adapun Sistem Timur meliputi sodetan Kalituru dan peningkatan kapasitas sungai. Sungai-sungai itu meliputi Turi, Sungai Seling, Sungai Dengen, Sungai Kaligintung. Lalu Sungai Sidatan, Sungai Kebo Sungai Plumbon, Kolam Retensi Carik Timur dilengkapi pompa banjir. Sistem selatan meliputi peningkatan kapasitas Sungai Ledeng, Sungai Jelantoro, dan Drainase Macanan. (HRZ)

Oleh:

Share

ARTIKEL TERKAIT