Lombok, Lintas – PT Angkasa Pura I akan mengubah lahan eks Bandara Selaparang di Lombok, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi arena balap motorkros bertaraf internasional. Nantinya, sirkuit motorkros itu akan digunakan dalam ajang Kejuaraan Dunia Motocross atau Motocross World Championship (MXGP) pada 2 Juli 2023.
Dalam perubahan fungsi lahan ini, Angkasa Pura I bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB). Dalam konteks ini, Angkasa Pura I merupakan pemilik lahan eks Bandara Selaparang di Lombok.
Di sisi Angkasa Pura I, kerja sama merupakan optimalisasi aset ini merupakan salah satu bentuk program Transformasi Bisnis Perusahaan.
“Lahan eks Bandara Selaparang merupakan salah satu aset idle Angkasa Pura I yang memiliki nilai strategis. Optimalisasi lahan ini merupakan salah satu implementasi program Transformasi Bisnis Perusahaan. Utamanya implementasi pilar business turnaround dengan tujuan untuk memaksimalkan value proposition,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/5/2023).
Pada tahun 2023, Angkasa Pura I mencanangkan program Transformasi Bisnis Perusahaan yang terdiri pada tiga pilar utama. Ketiganya adalah Perputaran Bisnis (Business Turnaround); Organisasi dan Budaya (Organization and Culture); dan Restrukturisasi Keuangan (Financial Restructuring). Selain itu, ada pula satu pilar sebagai key enabler, yaitu digitalisasi.
Program transformasi tersebut diterapkan secara menyeluruh untuk mewujudkan road map Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) di tahun 2023. Hal itu meliputi Maturing the Business Organization and Global Network.
Mendukung Pariwisata
Selain merupakan implementasi salah satu program Transformasi Bisnis Perusahaan, Faik Fahmi menyatakan, kerja sama optimalisasi lahan tersebut merupakan perwujudan salah satu fungsi perusahaan sebagai agent of development.
“Hal ini juga sejalan dengan tugas Angkasa Pura I sebagai agent of development. AP I endukung program pemerintah dalam berkontribusi mendorong pariwisata dan pertumbuhan ekonomi melalui optimalisasi aset. Lahan eks Bandara Selaparang juga merupakan aset Angkasa Pura I yang cukup besar. Lahan itu memiliki luas 60 hektar yang berada di pusat kota Mataram,” lanjut Faik Fahmi.
Ia meneruskan, “Rencana optimalisasi lahan eks Bandara Selaparang sebagai sirkuit MXGP ini menjadi entry point bagi berbagai kegiatan lain di masa mendatang. Kerja sama ini bisa memberikan manfaat yang positif, serta harapan kami dapat mendukung program pemerintah dalam mendukung program pariwisata. Termasuk kami mendorong pertumbuhan ekonomi sehingga dapat memberikan dampak positif dan multiplier effect secara nasional”. (BAS)





























